Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

TPA Piyungan Dibuka Terbatas, Sampah di Sungai Bikin Pusing

Elang Kharisma Dewangga • Jumat, 29 Desember 2023 | 13:45 WIB
Kondisi TPA Piyungan
Kondisi TPA Piyungan

 

RADAR JOGJA – Jelang akhir tahun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul masih dipusingkan terkait pengelolaan sampah. Di antaranya sampah di sungai. Apalagi operasional tempat pembuangan akhir (TPA) Piyungan masih dibuka terbatas.

Kepala DLH Bantul Ari Budi Nugroho menuturkan, persoalan sampah kiriman dari Kabupaten Sleman dan Kota Jogja melalui muara sungai sulit dikendalikan. Lantaran wilayah sungai yang lintas kota dan kabupaten dengan hilir sungai berada di Kabupaten Bantul yakni pantai selatan.

Apalagi mulai 1 Januari 2024 ada pembatasan kuota sampah yang dibuang ke TPA Piyungan.

“Ini tantangan bagi kami, harus diatasi bersama dengan kabupaten dan kota lain karena sungai ini sifatnya lintas wilayah. Hulu, tengah, hilir ini kan satu kesatuan, tidak bisa dipisahkan," ujar Ari, Kamis (28/12).

Dalam mengantisipasi musim penghujan, pihaknya berkoordinasi dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bantul yang berada di masing-masing kalurahan, dengan bidang sumber daya air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bantul (DPUKP). Menurutnya sangat penting mengajak serta seluruh lapisan masyarakat seperti pelaku usaha dan forum-forum relawan untuk ikut menjaga kebersihan sungai.

"Kalau musim hujan sampah pasti lebih banyak. Biasanya ada banyak yang ambil momentum, mumpung debit air besar lalu sampahnya dibuang dan langsung bablas," ucap Ari.

Sementara itu, Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Bantul memprediksi akan ada 60 sampai 90 ton sampah kiriman yang akan membanjiri sejumlah pantai pada malam pergantian tahun maupun libur Tahun Baru 2024. Hal itu terjadi jika curah hujan cukup tinggi.

Kepala Dinpar Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, penumpukan sampah ini akan terjadi di saat curah hujan tinggi. Berlangsung satu sampai dua hari. Hal itu disebabkan sampah yang terbawa oleh aliran sungai dari arah Kota Jogja dan Kabupaten Sleman bermuara di pantai selatan di Bantul. Untuk itu, pihaknya berharap agar hujan tidak terjadi di saat libur Tahun Baru.

Ada kemungkinan, kata dia, di akhir tahun curah hujan cukup tinggi sehingga akan terjadi penumpukan sampah di laut atau pantai yang terbawa arus sungai. “Hal ini tentu akan berdampak pada kenyamanan para wisatawan yang berlibur di Pantai Selatan Bantul,” katanya.

 Menurutnya, sampah yang terbawa arus di awal musim hujan ini diperkirakan memiliki intensitas cukup tinggi. Sehingga butuh waktu cukup panjang untuk melakukan pembersihan di pantai yang terkena dampak dari luapan muara sungai. Setidaknya dua pekan baru bisa diselesaikan. Karena ada keterbatasan tenaga kebersihan dari Dinpar Bantul dan DLH Bantul yang tidak mencukupi untuk mengevakuasi sampah dalam waktu cepat.

“Kami berharap setelah tahun baru nanti pantai di Bantul bersih sampah,” harap Kwintarto.

Ia menambahkan, pihaknya masih bisa menangani untuk sampah yang ditimbulkan oleh lonjakan wisatawan sejauh ini. Ketimbang menangani sampah kiriman dari Kabupaten Sleman dan Kota Jogja yang berhulu di sungai di Bantul. “Yang sulit ditangani hanya sampah yang dikirim dari sungai,” imbuhnya. (tyo/pra)

 

 

Editor : Heru Pratomo
#Tempat Pembuangan Akhir (TPA) #Dinas Lingkungan Hidup (DLH) #kabupaten bantul #Piyungan