BANTUL - Pemkab Bantul mengerjakan sejumlah Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dan Jalan Usaha Tani (JUT) di tahun 2023 ini. Dua kegiatan itu sebagai antisipasi menurunnya produksi pertanian akibat El Nino.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Arifin Hartanto menjelaskan, program RJIT dilaksanakan dengan pola swakelola tipe 4.
Yaitu, swakelola yang dilakukan oleh kementerian, lembaga, atau perangkat daerah penanggung jawab anggaran dan berdasarkan usulan kelompok masyarakat.
Baca Juga: Gagalnya Pembangunan Irigasi di Bantul Tak Terkait Langsung Dugaan Korupsi Mantan Mentan SYL
Program itu dilaksanakan serta diawasi oleh kelompok masyarakat pelaksana swakelola. "RJIT dialokasikan melalui alokasi dana Tugas Pembantuan yang ditempatkan di seluruh satker (satuan kerja) daerah," katanya, Minggu (5/11).
Pada tahun 2023, kegiatan RJIT ini mengalami reorentasi program kegiatan. Di mana semula dialokasikan di satker daerah dan di satker pusat. Dalam rangka efektivitas pengelolaan anggaran direalokasi ke satker pusat.
Menurutnya, memang ada kebijakan refocusing anggaran dari pusat, termasuk kegiatan irigasi. “Refocusing ini terjadi di beberapa provinsi dan kabupaten termasuk Bantul yang juga kena kebijakan tersebut," ujar Arifin.
Refocusing ini sejalan dengan kebijakan upaya pencapaian produksi melalui program prioritas. Di antaranya kegiatan untuk penanganan dampak El Nino.
Meski begitu, semua alokasi kegiatan dimanfaatkan di kabupaten/kota berdasarkan usulan dan hasil verifikasi kelayakan. "Mekanisme ini sama dengan mekanisme anggaran pada seluruh satker daerah," imbuhnya.
Kabupaten Bantul sendiri mendapatkan alokasi bantuan Kegiatan RJIT 4 unit melalui dana bantuan pemerintah pusat di tahun 2023. Satu kegiatan sudah dikerjakan, sementara tiga sisanya masih dalam proses untuk diverifikasi.
Arifin berharap bantuan ini dapat membantu pemenuhan kebutuhan irigasi di wilayah Bantul.
Selain itu, pada tahun 2023 pula, dilaksanakan kegiatan RJIT dan JUT melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Masing-masing dilaksanakan di sembilan lokasi.
Sebelumnya, alokasi kegiatan irigasi tahun anggaran 2022 melalui dana Tugas Pembantuan mendukung tanaman pangan di Bantul meliputi RJIT sebanyak 15 unit, embung satu unit, dan satu unit irigasi perpompaan untuk mendukung hortikultura.
Arifin menyebut, beberapa kegiatan pembangunan irigasi memang batal dilaksanakan tahun ini. Namun kegiatan yang didanai DAK pada tahun 2023 itu dapat berjalan lancar dan baik. Dalam memenuhi kebutuhan air untuk tanaman.
“Selain itu, ada pula enam unit yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” jelasnya.
Baca Juga: 2024, TPR Pantai Selatan Bakal Dipindah Imbas Berlangsungnya Pembangunan Proyek JJLS Kelok 18
Ia juga menegaskan bahwa batalnya beberapa kegiatan RJIT tidak berkaitan dengan kasus hukum yang menjerat eks Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL).
"Semuanya sama sekali tidak ada hubungannya dengan kasus korupsi yang disangkakan kepada SYL," tandasnya. (tyo)