Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinsos Bantul Ingatkan Penerima Bansos Tak Sembarangan Pinjamkan KTP

A
Penulis: Aris Romadhon❯
Kepala Seksi Pengelolaan Bantuan Sosial dan Penanganan Korban Bencana Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bantul Jazim Ahmadi. Aris Romadhon/Radar Jogja
Kepala Seksi Pengelolaan Bantuan Sosial dan Penanganan Korban Bencana Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bantul Jazim Ahmadi. Aris Romadhon/Radar Jogja

Advertisement

BANTUL - Dinas Sosial (Dinsos) Bantul ingatkan kepada penerima bantuan sosial (bansos) agar tidak asal memberikan KTP kepada orang lain tanpa mengetahui maksud yang jelas. Himbauan itu disampaikan setelah banyaknya temuan penerima bansos tidak memenuhi kriteria setelah data kependudukan mereka terdeteksi dalam sejumlah basis data instansi lain.

Kepala Seksi Pengelolaan Bantuan Sosial dan Penanganan Korban Bencana Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bantul Jazim Ahmadi menjelaskan, hasil penelusuran Dinas Sosial menunjukkan, sejumlah temuan tersebut tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya. Ada warga yang identitasnya digunakan pihak lain untuk kepentingan tertentu sehingga memengaruhi status kepesertaan bansos mereka.

Ia mencontohkan, temuan itu antara lain penerima bansos yang tercatat memiliki lebih 25 rekening listrik, lanjut usia yang terindikasi judi online (judol), hingga warga yang terdeteksi sebagai aparatur sipil negara (ASN) dan pemilik badan usaha.

Jazim menjelaskan temuan adanya penyalahgunaan KTP yang tercatat memiliki lebih dari satu rekening listrik. Setelah dilakukan mitigasi, investigasi, dan advokasi melalui pendamping sosial, diketahui bahwa identitas penerima bansos tersebut diduga digunakan oleh pengembang perumahan untuk mendaftarkan sambungan listrik di satu klaster perumahan. Warga bersangkutan diketahui bekerja di perusahaan pengembang tersebut.

Temuan lain menyangkut seorang warga lanjut usia yang sudah terbaring sakit, tetapi terindikasi terlibat judi online berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Advertisement

Setelah ditelusuri, aktivitas tersebut ternyata dilakukan oleh salah satu anggota keluarga dalam kartu keluarga (KK) yang sama. Meski demikian, status bantuan sosial warga tersebut telanjur terdampak hingga bantuannya terhenti.

"Dan kita tahunya setelah warga tersebut melaporkan ke pendamping atau langsung ke dinas karena bansosnya terhenti," ujar Jazim, Kamis (22/10/2026).

Selain itu, terdapat warga yang terdeteksi sebagai ASN, padahal kesehariannya bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Ada pula penerima bansos yang tercatat memiliki perseroan terbatas (PT) atau persekutuan komanditer (CV) berdasarkan data Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM.

Setelah ditelusuri, warga tersebut ternyata hanya berstatus sebagai pekerja. Identitasnya diduga dipinjam oleh atasan atau pemilik usaha tempatnya bekerja.

Berbagai temuan itu menunjukkan bahwa pemadanan data lintas instansi perlu diikuti dengan verifikasi terhadap kondisi riil masyarakat. Sebab, ketidaksesuaian data dapat berdampak langsung terhadap keberlanjutan bantuan yang diterima warga.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Di Balik Misi Kemanusiaan Relawan PMI Bantul Jemput Jenazah Suporter PSS; Bawa Empat Ambulans

Di Balik Misi Kemanusiaan Relawan PMI Bantul Jemput Jenazah Suporter PSS; Bawa Empat Ambulans

Di balik musibah kecelakaan rombongan suporter PSS Sleman di Km 616 tol Madiun-Kertosono yang merenggut empat nyawa.

Penerima Bansos Bantul Wajib Terdaftar Perlinsos pada 2027, PNS-Polri Ikut Pendataan

Penerima Bansos Bantul Wajib Terdaftar Perlinsos pada 2027, PNS-Polri Ikut Pendataan

Seluruh penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Bantul wajib terdaftar dalam portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) pada 2027. Untuk mengejar target tersebut, pemerintah daerah menggencarkan pendataan dengan ...

Cegah Siswa Bergantung pada AI, Disdikpora Bantul Minta Guru Perkuat Nalar Kritis

Cegah Siswa Bergantung pada AI, Disdikpora Bantul Minta Guru Perkuat Nalar Kritis

Kemudahan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam menjawab berbagai pertanyaan menjadi tantangan baru bagi dunia pendidikan. Siswa berisiko terbiasa menyalin jawaban instan tanpa memahami materi jika..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer