Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Komite MAN 2 Bantul Sebut Wali Murid Bebas Menentukan, Iuran Rp 4 Juta Bukan Nominal Wajib

A
Penulis: Aris Romadhon❯
LENGANG: Kondisi MAN 2 Bantul saat kegiatan belajar mengajar Kamis (1/10). Polemik permintaan dana pendidikan di sekolah ini senilai Rp 4 juta ramai diperbincangkan di media sosial. (ARIS ROMADHON/RADAR JOGJA)
LENGANG: Kondisi MAN 2 Bantul saat kegiatan belajar mengajar Kamis (1/10). Polemik permintaan dana pendidikan di sekolah ini senilai Rp 4 juta ramai diperbincangkan di media sosial. (ARIS ROMADHON/RADAR JOGJA)

Advertisement

BANTUL - Angka sekitar Rp 4 juta yang tercantum dalam rencana program pendidikan MAN 2 Bantul bukan nominal wajib yang harus dibayarkan wali murid. Komite madrasah menyebut angka tersebut merupakan rancangan kebutuhan program. Sedangkan besaran kontribusi diserahkan kepada kemampuan dan kerelaan masing-masing wali murid.

Klarifikasi ini disampaikan menyusul polemik permintaan dana pendidikan yang sebelumnya ramai di media sosial @moodpendidikan.co. Dalam unggahan tersebut, permintaan dana disebut bersifat sukarela, tetapi disertai nominal tertentu sehingga memunculkan kesan adanya tekanan kepada wali murid.

Ketua Komite MAN 2 Bantul Atmaturida menjelaskan, angka yang tercantum dalam dokumen merupakan akumulasi kebutuhan sejumlah program peningkatan kualitas pendidikan. Besarannya berbeda pada setiap jenjang kelas dan disesuaikan dengan jumlah siswa. Angka yang viral tersebut merupakan perhitungan untuk kelas XI. "Setiap tingkatan kelas nominalnya berbeda," kata Atmaturida saat ditemui di gedung PTSP MAN 2 Bantul Kamis (1/10).

Menurutnya, program tersebut mencakup kegiatan yang tidak seluruhnya dapat dibiayai melalui anggaran pemerintah, seperti les, kursus, dan pengembangan keterampilan. Setelah program disampaikan dan dibahas bersama, wali murid diberikan formulir kosong untuk mengisi nominal sesuai kemampuan dan kerelaan masing-masing.

Dari sekitar 585 wali murid kelas X hingga XII, sebanyak 193 telah mengembalikan formulir. Nominal yang dicantumkan bervariasi. Termasuk di bawah angka yang tercantum dalam rancangan kebutuhan.

Advertisement

Atmaturida menegaskan, program peningkatan kualitas pendidikan tetap berjalan meski persoalan tersebut ramai diperbincangkan. Apabila masih terdapat wali murid yang mempertanyakan mekanisme maupun penggunaan dana, komite meminta persoalan disampaikan langsung agar dapat dijelaskan berdasarkan data.

"Silakan langsung tanya kepada komite, tidak usah lewat mana-mana supaya penjelasan lebih langsung, konkret, dan ada datanya," ujarnya.

Kepala Sekolah MAN 2 Bantul Nur Hasanah Rahmawati menyebut, variasi nominal dalam formulir menunjukkan angka sekitar Rp 4 juta bukan nominal yang harus dipenuhi seluruh wali murid. Dari formulir yang telah masuk, terdapat wali murid yang mengisi Rp 2 juta, Rp 1.250.000, maupun nominal lainnya.

"Kalau mau itu dipenuhi semua, memang rencana semuanya berjalan lancar. Tetapi tetap sesuai dengan kerelaan," ujarnya.

Nur menjelaskan, mekanismenya dimulai dari penyusunan program dan perhitungan kebutuhan anggaran oleh madrasah. Rancangan tersebut kemudian disampaikan kepada komite untuk diteruskan kepada wali murid. "Komitelah yang menyampaikan kepada orang tua. Itu pun komite juga tidak akan memaksa," katanya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Progres Mandala Krida Jogja; Uji Tanah dan Getaran Selesai, Kini Masuk Tahapan Analisis

Progres Mandala Krida Jogja; Uji Tanah dan Getaran Selesai, Kini Masuk Tahapan Analisis

Kajian kondisi Stadion Mandala Krida Jogja kini memasuki tahap analisis. Pengumpulan data sampel untuk mengetahui kondisi tanah, getaran, hingga aspek arsitektur stadion telah diselesaikan tim dari Universitas Gadjah ..

Kisah Pasutri Atlet Disabilitas di Kota Jogja, Mandiri Buka Warung Sembako, Ora Utuh Tapi Ampuh

Kisah Pasutri Atlet Disabilitas di Kota Jogja, Mandiri Buka Warung Sembako, Ora Utuh Tapi Ampuh

Keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk terus berkarya dan berdaya. Hal inilah yang dibuktikan oleh pasangan suami istri atlet penyandang disabilitas asal Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja, Ari Sutoyo dan Erna.

Kristoffer Ajer Ungkap Erling Haaland tidak Terpengaruh atas Vonis Bersalah Manchester City

Kristoffer Ajer Ungkap Erling Haaland tidak Terpengaruh atas Vonis Bersalah Manchester City

Bek Norwegia, Kristoffer Ajer mengatakan Erling Haaland tidak terpengaruh oleh keputusan yang menyatakan Manchester City bersalah melanggar aturan keuangan Liga Inggris/ Premier League.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer