Turunkan Angka Perokok Pasif: SiberMu Hadirkan Aplikasi "Aman Keluarga"

Persentase tertinggi berada pada kelompok usia 35–44 tahun, yakni sebesar 31,52%.
Tingginya angka ini pada kelompok usia kepala keluarga menjadi alarm bahaya, karena paparan asap rokok di dalam rumah secara langsung meningkatkan risiko kesehatan bagi anggota keluarga lain, terutama anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) yang dipimpin oleh Desy Eliana, S.KM., M.PH. bersama anggota Putri Isriyatil Jannah dan Muhamad Rosidin, meluncurkan aksi revolusioner bertajuk "Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Mendorong Perilaku Merokok di Luar Rumah didukung dengan Dashboard Pemantauan Perokok sebagai Upaya Perlindungan Kesehatan Keluarga".
Program inovatif ini merupakan wujud nyata hibah pendanaan dari Direktorat Riset, Inovasi, dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026 melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (Ruang Lingkup Pemberdayaan Masyarakat Pemula) yang dikelola lewat platform BIMA. Dengan memusatkan gerakan di Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, Bantul, program ini selaras dengan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok.

Langkah progresif ini dimulai dengan menggembleng 27 kader Posyandu dan Posbindu pada 18 Agustus 2026. Dibekali teknik komunikasi persuasif berbasis Catharsis–Education–Action, kapasitas kader terbukti melonjak drastis—skor pengetahuan mereka meningkat dari rerata 7,48 menjadi 8,70, dengan persentase kader berpengetahuan baik meroket dari 47,8% menjadi 91,3%.
Baca Juga: Cocok untuk Kalangan Mahasiswa, Empat Tempat Eksplorasi Aroma Anyar Resmi Beroperasi di Yogyakarta
Pada 19 Agustus 2026, tim SiberMu memberikan pendampingan intensif bagi kader dalam menginformasikan bahaya asap rokok di dalam rumah secara langsung kepada warga.
Inovasi paling fenomenal dari gerakan ini adalah diluncurkannya Dashboard AMAN KELUARGA (Aplikasi Monitoring Asap Nikotin Keluarga Berbasis Kader).
Aplikasi berbasis web pintar ini dioperasikan langsung oleh warga yang memiliki perokok aktif di rumah, kemudian dapat dipantau secara real-time oleh kader untuk melihat perubahan perilaku harian secara transparan.

Tidak hanya itu, untuk menjamin keberlanjutan program, tim SiberMu turut mengusulkan draf kebijakan kepada Pemerintah Kalurahan Potorono.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


