Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ratusan Wisatawan di Pantai Parangtritis Tersengat Ubur-Ubur

C
Penulis: Cintia Yuliani❯
Wisatawan sedang menyembuhkan tangannya yang terkena ubur-ubur di Pantai Parangtritis menggunakan air hangat - Cintia Yuliani/Radar Jogja
Wisatawan sedang menyembuhkan tangannya yang terkena ubur-ubur di Pantai Parangtritis menggunakan air hangat - Cintia Yuliani/Radar Jogja

Advertisement

BANTUL - Ratusan wisatawan di Pantai Parangtritis tersengat ubur-ubur sejak Rabu (17/6) hingga Rabu (1/7). Satgas Linmas Jogo Segoro Parangtritis hingga Depok (Satpol PP) Bantul mencatat puncak kejadian terjadi Minggu (28/6) sebanyak 116 wisatawan tersengat.

Pantauan Radar Jogja di lokasi Rabu (1/7) menunjukkan belasan korban yang tersengat ubur-ubur langsung mendapat penanganan dari petugas di lapangan. Korban diminta berjemur untuk membantu menetralkan racun.

Sebagian besar mengalami sengatan pada tangan dan kaki. Ada pula korban yang tersengat di bagian perut sehingga diminta berbaring telentang saat berjemur. Karena mayoritas korban merupakan anak-anak, mereka terlihat menangis dan mengerang kesakitan

Advertisement

Koordinator Satgas Linmas Jogo Segoro Pantai Parangtritis hingga Depok Arief Nugraha mengatakan, sejak Rabu (17/6) hingga Rabu (1/7) total tercatat sebanyak 289 wisatawan tersengat ubur-ubur.

Menurutnya, fenomena tersebut merupakan kejadian yang normal karena musim kemunculan ubur-ubur memang terjadi pada bulan-bulan ini. 

Advertisement

Meski jumlah korban mencapai ratusan, tidak ada yang mengalami kondisi serius hingga harus dirujuk ke rumah sakit. "Semua bisa ditangani di posko terpadu," katanya saat ditemui di Pos SAR Parangtritis Rabu (1/7).

Menurut Arief, fenomena ini bersifat insidental sehingga petugas hanya mengimbau para pengunjung yang berada di tepi pantai agar tetap waspada. Pengunjung diminta tidak mendekati maupun memegang ubur-ubur berwarna biru yang memiliki rumbai.

"Kalau terkena intinya yang penting bersih dari hewan tersebut," katanya.

Artinya, pengunjung diminta segera membersihkannya. Pembersihan dapat dilakukan menggunakan air cuka atau air biasa. Setelah itu, tubuh diusahakan tetap kering dan tidak dalam kondisi lapar karena dapat memperparah reaksi tubuh.

Orang yang tersengat ubur-ubur umumnya akan merasakan nyeri dan sensasi panas. Apabila daya tahan tubuhnya lemah, korban juga berpotensi mengalami sesak napas hingga pingsan. Namun, sejauh ini belum ada kasus sengatan ubur-ubur di Pantai Parangtritis yang menyebabkan korban mengalami sesak napas maupun pingsan. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Baru Terkumpul Rp15,9 Miliar, Pemkal Parangtritis Masih Harus Kejar Target PAD Rp24,9 Miliar

Baru Terkumpul Rp15,9 Miliar, Pemkal Parangtritis Masih Harus Kejar Target PAD Rp24,9 Miliar

Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, masih terus mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi objek wisata Pantai Parangtritis sebesar Rp9 miliar hingga akhir 202

Digitalisasi TPR Pantai Parangtritis-Depok Belum Tuntas, Pembayaran Retribusi Perlu Lebih Praktis

Digitalisasi TPR Pantai Parangtritis-Depok Belum Tuntas, Pembayaran Retribusi Perlu Lebih Praktis

Pengelolaan retribusi Pantai Parangtritis dan Depok masih menghadapi pekerjaan rumah dalam digitalisasi pembayaran. Setelah pengelolaan retribusi dialihkan kepada Pemerintah Kalurahan Parangtritis sejak 1 Juli 2026, ....

Menikmati Panorama JJLS Kelok 23, dari Bukit Karst, Pantai Parangtritis, Gumuk Pasir hingga Sunset

Menikmati Panorama JJLS Kelok 23, dari Bukit Karst, Pantai Parangtritis, Gumuk Pasir hingga Sunset

Ada spot menarik untuk menikmati alam sembari berfoto menikmati senja. Pemandangan indah nan mempesona ini menambah sudut menarik Yogyakarta. Tapatnya di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23, perbatasan Kapanewon

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer