Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peringati Hari Penegakan Kedaulatan Negara, Bupati Bantul Tekankan Integritas ASN

C
Penulis: Cintia Yuliani❯

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih sedang memimpin peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara Minggu (1/3).
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih sedang memimpin peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara Minggu (1/3).


Advertisement

BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bantul untuk konsisten menjaga integritas. Serta memperkuat ketahanan ekonomi, membangun kohesi sosial, dan memastikan setiap kebijakan berpihak pada kemaslahatan rakyat. Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara di Lapangan Paseban Bantul Minggu (1/3).

Menurutnya, peringatan ini tidak terlepas dari peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 yang menjadi salah satu momentum bersejarah dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia dengan DIY sebagai episentrumnya. Sejarah tersebut semakin bermakna setelah diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang penetapan 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara.

“Peristiwa 1 Maret 1949 adalah sebuah upaya perlawanan anak bangsa, sekaligus membuka mata dunia internasional bahwa Indonesia memang masih ada,” katanya.

Advertisement

Dari perlawanan tersebut, Dewan Keamanan PBB mendesak Belanda agar kembali berunding setelah melancarkan Agresi Militer II. Proses tersebut kemudian berujung pada Konferensi Meja Bundar yang menandai pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda.

Halim menuturkan, tantangan kedaulatan pada masa kini hadir dalam bentuk yang jauh lebih kompleks. Percaturan geopolitik global semakin dinamis, ketergantungan ekonomi antarnegara semakin dalam, serta transformasi digital yang mengubah lanskap sosial, ekonomi, hingga politik.

“Hari ini, kedaulatan tidak cukup dimaknai sebagai penguasaan wilayah, melainkan kapasitas mengelola perubahan secara mandiri dan bermartabat,” ujarnya.

Advertisement

Menurutnya, kedaulatan menuntut tata kelola pemerintahan yang cermat dan berintegritas, kebijakan berbasis data, serta perencanaan jangka panjang. 

Selain itu, dibutuhkan keberanian mengambil keputusan strategis demi kepentingan bangsa, meskipun tidak selalu populer dalam jangka pendek.

Ia juga menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi kedaulatan nasional. Pendidikan, riset, inovasi, dan penguatan karakter kebangsaan dinilai menjadi penopang utama daya saing. 

 

Di sisi lain, ekonomi perlu diarahkan pada produktivitas dan nilai tambah. Sementara demokrasi harus dijalankan dengan kedewasaan agar perbedaan menjadi energi konstruktif, bukan sumber perpecahan. “Keistimewaan bukanlah privilese administratif, melainkan amanah sejarah untuk menghadirkan kepemimpinan yang beradab dan pembangunan yang berkeadilan,” pesannya.

Ia menambahkan, nilai tradisi harus menjadi jangkar etika dalam pembangunan, Sementara rasionalitas modern menjadi instrumen untuk mendorong kemajuan. (cin/eno)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Parimin Pulang ke Rumah dengan Jalan Kaki 20 Km; Sempat Ngos-ngosan saat Tempuh Wonosari ke Patuk

Parimin Pulang ke Rumah dengan Jalan Kaki 20 Km; Sempat Ngos-ngosan saat Tempuh Wonosari ke Patuk

Perjalanan pulang yang tidak biasa mengiringi akhir masa pengabdian Parimin sebagai aparatur sipil negara (ASN). Setelah lebih dari tiga dekade terbiasa menggunakan kendaraan untuk menunjang pekerjaannya, pria berusia 58

HB X Tunggu Kepastian, DPRD DIY Menolak Wacana Gaji ASN lewat KDMP karena Dinilai Berisiko

HB X Tunggu Kepastian, DPRD DIY Menolak Wacana Gaji ASN lewat KDMP karena Dinilai Berisiko

Wacana pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mendapat respons berbeda dari Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X dan DPRD DIY. HB X memilih menunggu keputusan resmi ...

ASN Gunungkidul Wajib Belanja Rp 100 Ribu Per Bulan di Aplikasi Gema Srikandi

ASN Gunungkidul Wajib Belanja Rp 100 Ribu Per Bulan di Aplikasi Gema Srikandi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) berbelanja minimal Rp 100 ribu setiap bulan melalui aplikasi Gema Srikandi. Kebijakan ini membuka peluang pemasaran bagi usaha mikro, ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer