Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DKPP Bantul Catat Ada 26 Kaus PMK 2026, Dua Sapi di Pundong Mati

C
Penulis: Cintia Yuliani❯

Ilustrasi sapi yang berada di kandangnya
Ilustrasi sapi yang berada di kandangnya


BANTUL - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mencatat sebanyak dua ekor sapi mati dan 24 ekor sapi sakit akibat penyakit mulut dan kuku (PMK) dari awal Januari sampai saat ini.


Advertisement

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bantul Novriyeni mengatakan, dua sapi yang mati berada di Kalurahan Pundong, Kapanewon Seloharjo.

Untuk menekan angka kematian maupun penularan, dinasnya telah mengirimkan surat imbauan antisipasi PMK kepada masing-masing kapanewon dan kalurahan. Selain itu, vaksinasi PMK untuk tahap I pada Januari-Maret telah disiapkan 6.000 dosis. “Kami juga akan mengoptimalkan pengawasan di Pasar Hewan Imogiri dan lalu lintas ternak antar daerah,” jelasnya.

Advertisement

Langkah lainnya adalah dengan profiling kepada peternak, pedagang, penjual dan pengepul ternak sapi, kambing, domba, dan babi. Agar mempermudah deteksi dan respons dini sehingga kasus cepat terkendali. 

 

DKPP Bantul akan menerapkan surveilans berbasis risiko untuk mendeteksi dini PMK dan surveilans pada pasar hewan yang berpotensi berisiko sebagai salah satu sumber penyebaran penyakit. Melakukan pengawasan kesehatan ternak rentan PMK dan melaporkan ke iSIKHNAS bila menemukan kasus ternak rentan PMK sakit atau mati di lapangan.

"Tidak lupa kita menginstruksikan kepada peternak untuk melaporkan ternak yang sakit atau terduga sakit dan mati kepada DKPP Bantul," terangnya.

Meningkatkan kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) juga perlu dilakukan kepada pemilik, pedagang, penjual dan pengepul ternak sapi, kambing, domba, dan babi. Tujuannya untuk mencegah dan pengendalian PMK.

"Kami melarang masyarakat membeli sapi, kambing, domba, dan babi dari wilayah yang sedang ada kasus PMK, dengan cara meningkatkan KIE," katanya.

Ia menghimbau, kepada masyarakat khususnya peternak atau pemilik ternak untuk melakukan penerapan biosekuriti yang ketat dan menjaga kebersihan kandang, serta melakukan disinfeksi kandang serta peralatan. (cin) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dinkes Kulon Progo Temukan Satu Suspek Hantavirus, Penularan Lewat Hewan Pengerat

Dinkes Kulon Progo Temukan Satu Suspek Hantavirus, Penularan Lewat Hewan Pengerat

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo menemukan satu suspek Hantavirus. Temuan ini, menjadikan masyarakat harus berhati-hati atas persebaran Hantavirus di Bumi Binangun. Mengingat virus ini ditularkan melalui hewan...

Masa Tanam 1.000 Hektare Lahan Pertanian di Bantul Mundur, Mayoritas di Wilayah Tadah Hujan

Masa Tanam 1.000 Hektare Lahan Pertanian di Bantul Mundur, Mayoritas di Wilayah Tadah Hujan

Sekitar 1.000 hektare lahan pertanian di Kabupaten Bantul diperkirakan mengalami kemunduran masa tanam pada musim tanam pertama 2026. Kondisi tersebut terutama terjadi di kawasan tadah hujan yang belum memiliki ...

Petani Bantul Mulai Siapkan Lahan untuk Persemian Benih Padi, Musim Tanam Padi Dimulai November

Petani Bantul Mulai Siapkan Lahan untuk Persemian Benih Padi, Musim Tanam Padi Dimulai November

Petani di Kabupaten Bantul mulai bersiap menghadapi musim tanam (MT) pertama 2026/2027 seiring datangnya hujan. Sejumlah petani telah mengolah lahan dan menyiapkan persemaian benih padi. Penanaman diperkirakan mulai...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer