Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
DKPP Bantul Optimalisasi Potensi Singkong di Wilayah Perbukitan Dlingo
C
Penulis: Cintia Yuliani❯

BANTUL - Kapanewon Dlingo daerah yang didominasi perbukitan, sangat sulit untuk ditanami padi. Sehingga hanya bisa ditanami umbi-umbian seperti singkong. maka dari itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul melakukan pembinaan pengolahan pascapanen dan budi daya singkong di wilayah tersebut.
Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo mengatakan, pihaknya aktif melakukan pembinaan bagi kelompok wanita tani (KWT) setempat tentang pengolahan pascapanen singkong.
Baca Juga: DPRD Gunungkidul Bongkar Kebocoran PAD, Beroperasi tanpa Izin 10 Industri Pariwisata Tak Bayar Pajak
“Pembinaan berupa pengolahan singkong menjadi tiwul dan gatot,” terangnya Senin (26/1).
Produk olahan KWT tersebut nantinya akan dipasarkan melalui pasar tani di halaman kantor DKPP Bantul. “Jadi pasar tani itu hasil dari produk KWT yang ada di Bantul,” tuturnya.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Bantul–Gunungkidul, Sejumlah Bangunan Rusak Ringan di Nglipar
Ia mengaku, pembinaan pascapanen singkong di Kapanewon Dlingo mendapat respons positif dari masyarakat, karena wilayah tersebut hanya memungkinkan untuk membudidayakan singkong.
“Kalau di tanam padi nggak bisa kan harus ada irigasi, jadi daerah Dlingo perbukitan biasanya jagung, ketela biasanya tumpangsari antara jagung, kacang, dan ketela,” jelasnya.
Sementara itu, untuk budi daya singkong, DKPP Bantul memberikan pendampingan kepada kelompok tani melalui pelatihan teknik budi daya singkong.
Ia berharap, dengan adanya pembinaan pascapanen dan budi daya singkong, dapat memberdayakan dan membantu perekonomian masyarakat di Kapanewon Dlingo. (cin)
Advertisement
Advertisement
Radar JogjaIkuti
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement




