RADAR JOGJA – Kepolisian di wilayah Bantul bakal menggelar operasi keselamatan Operasi Keselamatan Progo 2023 bulan depan. Dalam operasi tersebut, pihak berwajib akan menyasar kendaraan yang tidak sesuai standar. Salah satunya yang menggunakan sirine dan knalpot blombongan.

Wakapolres Bantul Kompol Sancoko Punjung Seksono mengatakan, operasi tersebut akan digelar selama 14 hari. Mulai 7-20 Februari. Adapun yang menjadi sasaran petugas polisi dalam operasi itu, yakni melakukan penindakan terhadap pengguna kendaraan roda dua dan empat yang melanggar aturan berlalu lintas.

Operasi tidak hanya menyasar knalpot blombongan dan sirine yang tidak jelas pada kendaraan. Namun juga akan menyasar bentuk kendaraan yang tidak sesuai standar pabrik. Begitu pula dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang tidak sesuai aturan, hingga kewajiban helm yang harus digunakan pengendara saat sendiri maupun berboncengan.

Dijelaskan Sancoko, adapun tujuan operasi tersebut tak lain merupakan upaya polisi untuk meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Sehingga harapannya dapat menurunkan angka kecelakaan yang sempat meningkat di tahun lalu. “Akan melibatkan 150 anggota Polres Bantul serta gabungan personel TNI dan instansi terkait,” ujar Sancoko Minggu (22/1).

Sebelumnya, Kapolres Bantul AKBP Ihsan menyampaikan, selama 2022 ada sebanyak 2.525 kejadian kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Dengan jumlah korban 162 orang tewas. Jumlah kematian akibat lakalantas naik satu kasus dibandingkan 2021 yang jumlahnya 161 korban tewas dengan 1.917 kejadian.

“Terkait dengan upaya meminimalisir angka kematian akibat laka lantas, Polres Bantul juga sudah meluncurkan berbagai program. Mulai dari melakukan operasi di jalan, patroli humanis, memberi himbauan keamanan berlalu lintas, serta menindak tegas pelaku pelanggar lalu lintas,” ungkap Ihsan. (inu/eno)

Bantul