RADAR JOGJA – Dinas Perhubungan Bantul menyebut tindak pidana pencurian lampu penerangan jalan umum (LPJU) tenaga surya sudah mulai berkurang signifikan pada 2022 lalu. Kondisi itu tentu cukup berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang komponen LPJU sering hilang akibat digondol pencuri.

Kepala Dinas Perhubungan Bantul Singgih Riyadi mengatakan, selama tahun 2022 lalu pihaknya tidak mencatat satupun kasus atau nihil dari tindak pencurian LPJU. Hal tersebut menurutnya cukup berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Yang dimana ada beberapa kasus pencurian beberapa komponen LPJU di wilayah kapanewon Srandakan dan Dlingo.

“Data kami untuk kasus pencurian LPJU tahun 2022 ini nihil. Tahun-tahun sebelumnya ada meski jumlahnya relatif sedikit, terutama untuk LPJU tenaga surya yang seringkali hilang aki dan panel suryanya,” ujar Singgih saat dikonfirmasi, Jumat (20/1).

Adanya kasus pencurian LPJU itu diketahui cukup merugikan tidak hanya dari segi materil. Namun juga dari segi keamanan dan kebermanfaatan fasilitas umum berupa penerangan jalan.

Karena itu, Dinas Perhubungan Bantul pun meminta masyarakat untuk aktif berperan. Yakni dengan ikut melaporkan kepada petugas terkait jika mengetahui tindak pencurian LPJU.

Adapun yang bisa dilakukan masyarakat yaitu dengan mendokumentasikan apabila ada perbaikan LPJU. Kemudian juga ikut memeriksa LPJU setelah teknisi atau petugas perbaikan meninggalkan lokasi.

Masyarakat pun diharapkan untuk tidak takut melapor jika mengetahui adanya kasus pencurian LPJU atau rangkaian LPJU. Selain itu masyarakat juga bisa melaporkan kepada petugas jika ada LPJU yang rusak atau tidak berfungsi normal dengan menyertakan bukti dokumentasi. “Hal-hal tersebut bisa dilaporkan melalui telepon dan WhatsApp di nomor 08113103133,” terang Singgih.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan menyampaikan bahwa minimnya penerangan jalan juga dapat menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Dari data selama tahun 2022 lalu pihaknya mencatat ada 162 orang tewas akibat laka lantas, naik 1 kasus dibandingkan tahun 2021 yang jumlahnya 161 kejadian.

Lebih lanjut, perwira polisi itu juga mengatakan kalau kejadian laka lantas di Bantul juga mengalami kenaikan sebesar 608 kasus. Sebab selama tahun 2022 pihaknya mencatat ada 2.525 kejadian kecelakaan, sementara tahun 2021 ada 1.917 kejadian kecelakaan. Terkait dengan upaya meminimalisir angka kematian akibat laka lantas Polres Bantul juga sudah meluncurkan berbagai program.
“Mulai dari melakukan operasi di jalan, patroli humanis, memberi himbauan keamanan berlalu lintas, serta menindak tegas pelaku pelanggar lalu lintas,” ungkap Ihsan. (inu/bah)

Bantul