RADAR JOGJA – Seekor ular piton berukuran lima meter menggegerkan warga Padukuhan Suruhan, Timbulharjo, Sewon kemarin (18/1). Saat dievakuasi, hewan reptil tersebut berada di kandang bebek.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Irawan Kurnianto mengatakan, evakuasi ular piton itu dilakukan atas laporan dari pemilik rumah Normalina Yuli Wulandari kepada petugas sekitar pukul 06.18. Kronologi awal penemuan ular, bermula ketika pemilik rumah mendengar kegaduhan di kandang bebek sesuai menunaikan salat subuh.

Pemilik rumah kemudian meminta pertolongan tetangganya untuk menangkap hewan tersebut. Namun karena kesulitan, da kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas damkar.

Dalam mengevakuasi reptil sepanjang lima meter itu, BPBD Bantul mengerahkan setidaknya lima petugas damkar dengan peralatan penangkap ular. “Evakuasi tidak lama dan tidak terlalu sulit karena ular sanca tidak berbisa. Untuk saat ini ular tersebut juga sudah dibawa oleh petugas kami,” ujar Irawan kemarin.

Sebelumnya dia menyampaikan, pada musim penghujan seperti sekarang memang merupakan masa berkembang biak dan penetasan telur ular. Sehingga akan banyak ular keluar dari sarang. Terlebih lagi ketika hujan deras, hewan reptil itu kemungkinan besar akan masuk ke wilayah permukiman. Untuk mencari daerah kering.

Diketahui, selama 2022, bidang pemadam dan penyelamatan BPBD Bantul juga sudah melakukan evakuasi terhadap 313 satwa. Sebagian besar pada jenis ular, disusul kucing, biawak, monyet, anjing, dan hamster.

Kemudian apabila ada masyarakat Bantul yang membutuhkan bantuan evakuasi satwa liar, bisa langsung meminta pertolongan petugas. Yakni dengan menghubungi nomor BPBD Bantul di 0274 6462100 atau melalui call center 112. “Kami juga imbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan. Supaya tidak menjadi sarang ular,” pesannya. (inu/eno)

Bantul