RADAR JOGJA – Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meminta agar seluruh sekolah di Bantul bisa memaksimalkan peran guru bimbingan konseling (BK) di sekolah. Hal tersebut, selain diharapkan bisa menjadi salah satu upaya untuk menekan banyaknya kenakalan remaja juga harapannya dapat mendukung predikat Bantul sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, sektor pendidikan merupakan salah satu tumpuan bagi kabupaten Bantul untuk meraih predikat KLA. Pendidikan pun merupakan prioritas pembangunan, karena dengan pendidikan maka terjadi pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Karena itu, Halim pun meminta agar sekolah bisa memaksimalkan peran guru BK. Khususnya pada sekolah dengan jenjang SMP yang siswa-siswinya tengah mencari jati diri. Masa pencarian jati diri tersebut menurutnya harus diarahkan dengan tepat.

Orang nomor satu di Bantul itu juga mendorong agar guru BK harus memiliki buku kerja yg lebih rapi. Sehingga kemudian siswa atau anak yang memiliki problem dan perilaku khusus didata dan harus diketahui oleh guru BK dan kepala sekolah. Lalu bisa dilakukan tindakan terarah untuk mengatasi problem anak-anak yang bermasalah tersebut.

“Saya meminta kepada seluruh kepala sekolah SMP Negeri di Bantul untuk lebih fokus memperhatikan siswa by name dengan mengoptimalkan tugas guru bimbingan konseling,”ujar Halim di sela kegiatan Rapat Pleno Pengurus Paguyuban Kepala Sekolah Negeri (PKSN) Bantul, belum lama ini.

Mantan wakil bupati Bantul itu menyatakan, wilayah yang dipimpinnya memang tengah menguatkan diri untuk menjadi kabupaten layak anak. Komitmen itu pun ditunjukkan dengan semakin meningkatnya predikat KLA dari tahun ke tahun. Yang dimana pada tahun 2023 ini diharapkan Bantul dapat meraih predikat utama pada kategori kabupaten layak anak.

Lebih lanjut, adapun faktor agar sebuah wilayah dapat ditetapkan sebagai KLA meliputi berbagai hal yang menunjukkan kesiapan daerah untuk memberikan hak-hak anak secara menyeluruh. Seperti hak mendapat pendidikan, kesehatan, sosial, dan lainnya. “Sektor pendidikan terutama pada jenjang SMP merupakan salah satu tumpuan untuk dapat meraih predikat KLA,” beber Halim.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Isdarmoko mengatakan bahwa sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Pihaknya akan berupaya menghadirkan metodologi baru dalam proses pengajaran yang sejalan dengan semangat kurikulum Merdeka Belajar.

“Kami upayakan ada metodologi baru, sehingga lebih menarik siswa untuk mempelajari lebih dalam. Ini sesuai dengan semangat kurikulum Merdeka Belajar,” tandasnya. (inu/bah)

Bantul