RADAR JOGJA – Fasilitas yang minim bukan jadi alasan untuk tidak berprestasi. Hal itu yang dibuktikan Aldasta Wirawidia Mangkunegara, 10, dan Darren John Worang Putra Prakoso, 10. Dua siswa SDN Karanggondang, Pendowoharjo, Bantul, ini peraih prestasi nasional pada cabang olahraga karate. Keduanya tetap semangat mengukir prestasi meskipun fasilitas tempat latihan mereka hanya menggunakan ruang kelas.

IWAN NURWANTO, Bantul, Radar Jogja

Suasana salah satu ruang kelas di SDN Karanggondang terdengar riuh kemarin (16/1). Puluhan siswa terlihat bersemangat berlatih karate dengan melakukan gerakan pukulan memakai kedua tangannya. Dari banyaknya siswa, dua siswa di antaranya terlihat memimpin para siswa untuk berlatih. Mereka adalah Aldasta dan Darren, siswa kelas empat di sekolah itu.

Meski baru duduk di bangku kelas empat, dua siswa ini merupakan atlet karate dengan segudang prestasi. Berbagai piala dan piagam dari tingkat regional sampai nasional pernah disabet keduanya. Beberapa yang cukup bergengsi seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Kejuaraan Karate Nasional KSAL.

Di balik segudang prestasi itu, siapa sangka ternyata selama di sekolah Aldasta dan Darren hanya berlatih di sebuah ruang kelas. Bahkan sebelum berlatih, keduanya harus rela gotong royong dengan siswa lain untuk menyingkirkan meja dan kursi yang biasa untuk kegiatan belajar dan mengajar. Hal itu dilakukan agar para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler karate bisa memiliki tempat untuk latihan.

Dipilihnya ruang kelas sebagai tempat latihan karate bagi para siswa, tak lain karena pihak sekolah belum memiliki fasilitas yang mumpuni untuk berlatih. Walaupun demikian, kondisi itu tidak menyurutkan semangat para siswa, termasuk Darren dan Aldasta, untuk terus mengasah kemampuan dalam cabang olahraga karate.

Meski berlatih di tengah keterbatasan, Darren mengaku cukup senang karena tempatnya menimba ilmu masih bersedia menyediakan tempat berlatih. Selain itu, sekolah juga rutin mendatangkan pelatih. Di satu sisi ia cukup berbangga dengan berbagai prestasi yang didapat selama bersekolah di SDN Karanggondang.

“Sangat senang dan bangga dengan prestasi khususnya medali emas di O2SN. Karena itu prestasi tertinggi bagi anak-anak SD,” ujar Darren saat ditemui.

Senada dengan hal itu, Aldasta juga mengaku gembira karena masih tetap bisa berlatih karate di sekolah bersama teman-temannya. Ia pun berharap ke depan bisa ada fasilitas yang ditambah agar kegiatan latihan karatenya bisa semakin maksimal. “Intinya cukup senang masih bisa berlatih dan meraih prestasi,” ungkap siswa peraih medali emas kejuaraan karate nasional KSAL ini.

Sementara itu, Plt Kepala SD Negeri Karanggondang Mugiyatmi tak menampik kalau sekolah yang dipimpinnya belum memiliki fasilitas untuk berlatih karate. Ia pun membenarkan selama ini para siswa yang ikut dalam ekstrakurikuler itu hanya menggunakan sebuah ruangan yang juga digunakan untuk kegiatan belajar mengajar para siswa setiap harinya.

Mugiyatmi mengaku ke depan memiliki komitmen untuk meningkatkan fasilitas sekolah yang lebih baik lagi. Sehingga para siswa yang ikut dalam ekstrakurikuler karate bisa lebih maksimal dalam berlatih. Apalagi dengan prestasi yang diraih Darren dan Aldasta, cukup mendongkrak para siswa lain untuk menekuni salah satu cabang olahraga beladiri itu.

“Dengan prestasi Aldasta dan Darren, semakin meningkatkan motivasi para siswa lain untuk lebih rajin mengikuti ekstrakurikuler karate,” katanya.

Sementara itu, pelatih karate SDN Karanggondang Sarjana berharap pihak sekolah ke depannya bisa terus memberikan fasilitas yang cukup baik bagi para siswa. Karena tempat latihan yang baik merupakan salah satu faktor penting agar para siswa bisa meraih prestasi dalam bidang olahraga itu. “Minimal tempat latihan itu harus ada matras dan ventilasi udara yang cukup,” tandasnya. (laz)

Bantul