RADAR JOGJA – Pengerjaan proyek rumah dinas (rumdin) Wakil Bupati (Wabup) Bantul yang selesai dan diresmikan Kamis (12/1) masih perlu diperbaiki. Beberapa hal yang menjadi atensi kalangan legislatif itu karena pemasangan lantai keramik yang masih asal-asalan. Kemudian paralon saluran air hujan yang belum rapi, serta pintu kamar mandi yang tidak bisa ditutup.

“Mumpung masih dalam masa pemeliharaan, pemenang tender harus merapikan pekerjaan,” tegas Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo kepada wartawan kemarin (15/1).

Sebab, lanjut Hanung, sumber anggaran pembangunan rumah dinas bagi orang nomor dua di Bantul itu berasal dari uang negara. Bukan uang pribadi pejabat. Sehingga dia mendesak agar perbaikan segera dilakukan.

Diketahui, proses pembangunan rumdin dilaksanakan selama 116 hari kalender. Dimulai dari September tahun lalu. Salah satu aset negara itu berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 93 Bantul. Lokasi tersebut dulunya merupakan Kantor Bawaslu Bantul. Luas bangunannya lebih dari 555 meter persegi yang berdiri di atas lahan seluas 2.645 meter persegi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul Aris Suharyanta menyampaikan, nilai anggaran untuk pembangunan rumah itu mencapai Rp 4,4 miliar. Meliputi pembangunan rumah inti serta rumah asisten rumah tangga, pos satpam, tempat parkir, dan taman.

Kemudian terkait hal-hal yang harus dibenahi, Aris menyatakan, dinasnya akan berkoordinasi dengan pemenang tender. Sebab pembangunan rumdin tersebut masih dalam masa pemeliharaan sampai enam bulan ke depan. “Mungkin dalam waktu satu bulan semuanya sudah diperbaiki dan rapi,” tandasnya. (inu/eno)

Bantul