RADAR JOGJA – Memasuki tahun politik, kepolisian di wilayah Bantul mulai melakukan berbagai persiapan. Khususnya dalam upaya mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan, terkait dengan kesiapan menghadapi tahun politik, polres akan mengedepankan upaya preventif. Yakni melakukan berbagai upaya pencegahan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih agenda pemilihan umum (pemilu) sudah mulai dilakukan tahap-tahap persiapan dan tahap-tahap inti.

“Ini (tahapan pemilu, Red) juga menjadi sasaran kami. Nantinya dengan mengoptimalkan fungsi-fungsi preventif untuk melakukan pencegahan dan antisipasi dini. Sehingga diharapkan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Ihsan kemarin (15/1).

Apel kesiapan penebalan personel dalam rangka kelancaran tugas kepolisian juga sudah dilakukan Jumat (13/1) lalu. Dalam kegiatan tersebut, Ihsan Polres Bantul akan berupaya menurunkan angka kejahatan dengan tindakan preventif.

Karena tahun lalu, angka kejahatan di Bantul meningkat. Oleh karena itu, saat ini personel Satlantas akan dimaksimalkan. Untuk melakukan pengaturan dan penjagaan di tempat-tempat rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Selain itu personel Polres Bantul juga akan berjaga di tempat-tempat yang rawan gangguan kamtibmas. Agar harapannya masyarakat bisa melihat kehadiran polisi untuk memberikan rasa aman.

“Personel Sat Samapta dihadirkan dengan kegiatan patroli ke tempat-tempat rawan gangguan kamtibmas, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat,” beber Ihsan.

Sementara itu, dari data Polres Bantul, kasus gangguan kamtibmas di Bumi Projotamansari mencapai 1.586 kasus selama 2022. Jumlah itu naik sebanyak 162 kasus atau 11,3 persen dibandingkan 2021 yang jumlahnya 1.424 kasus. Adapun jumlah kejahatan paling tinggi ada pada jenis pencurian biasa dengan jumlah 273 kasus. (inu/eno)

Bantul