RADAR JOGJA – Adi Candra, 39, harus berurusan dengan polisi lantaran menjadi pelaku penganiayaan terhadap temannya sendiri. Warga Kalurahan Ngestiharjo, Kasihan, Bantul itu terbukti menikam Mohammad Johan, 32 menggunakan cutter pada malam tahun baru.

Kapolsek Kasihan AKP Nandang Rochman mengatakan, kejadian penganiayaan tersebut bermula ketika korban dan pelaku tengah melakukan pesta minuman keras (miras). Berlokasi di salah satu rumah yang beralamat di Padukuhan Kalipakis, Tirtonirmolo, Kasihan.

Adapun maksud kedatangan kedua orang itu untuk merayakan malam tahun baru bersama dengan teman-temannya pada Sabtu (31/1). “Untuk minuman keras yang diminum oleh pelaku dan korban adalah jenis ciu,” ujar Nandang kemarin (11/1).

Di sela pesta miras tersebut, korban dan pelaku mendapati ada kejadian kejar-kejaran dengan menggunakan sepeda motor pada Minggu (1/1) sekitar pukul 00.30. Lantaran penasaran, keduanya pun ikut untuk melihat kejadian tersebut. Di tengah suasana yang semakin riuh, pelaku merasa ada yang memukul kepalanya dari belakang.

Sehingga secara refleks, dia pun mengeluarkan cutter dari dalam sakunya. Lalu secara membabi buta menikam kerumunan orang. Namun sabetan pelaku justru mengenai Muhammad Johan yang tak lain temannya sendiri.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka cukup serius pada bagian pelipis, pipi, dan punggung. Bahkan harus mendapat perawatan di rumah sakit dan menerima tujuh jahitan. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan oleh istri korban kepada petugas Polsek Kasihan.

Berbekal laporan itu, polisi lalu melakukan penyelidikan dan mengamankan Adi Candra di rumahnya pada 4 Januari. Tersangka pun langsung dilakukan penahanan usai petugas menyelesaikan berbagai proses pemeriksaan. “Tersangka dijerat Pasal 351 Ayat 1 dan 2 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara,” beber Nandang.

Sementara itu, dari penuturan Adi Candra, kejadian tersebut dilakukannya secara refleks karena dalam pengaruh minuman keras. Dia menggunakan senjata tersebut karena merasa ada yang memukul kepalanya dari belakang. Dia berdalih, cutter yang dibawa sebelumnya digunakan untuk kegiatan memancing ikan. “Saya refleks mengeluarkan pisau untuk membela diri,” tandasnya. (inu/eno)

Bantul