RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berharap menjadi prioritas distribusi vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) periode kedua. Karena Bantul merupakan daerah hilir lalu lintas ternak, serta memiliki populasi sapi mencapai 72 ribu ekor.

Dalam distribusi vaksin PMK tahap pertama, Bantul hanya mendapat alokasi vaksin sebesar 300 dosis. Jumlah itu sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah populasi ternak di Bumi Projotamansari. “Bantul ini daerah hilir sehingga harus tetap dapat perhatian khusus. Kami juga meminta agar pejabat tak hanya seremonial saja, namun harus selalu mendampingi dan turun ke bawah lihat langsung masalah di masyarakat,” tegas Joko B Purnomo, Wakil Bupati Bantul Jumat (1/7).

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIJ Sugeng Purwanto membenarkan, Bantul memang hanya memperoleh vaksin PMK sebanyak 300 dosis. Dari total 4.800 dosis yang didistribusikan ke DIJ pada tahap pertama.

Jumlah yang sedikit itu, kata Sugeng, disebabkan karena pemerintah pusat memprioritaskan vaksin PMK untuk sapi perah. Hal itu karena adanya pertimbangan bahwa sapi perah merupakan sumber pendapatan harian masyarakat. Serta ternak yang dipelihara dalam jangka waktu panjang. “Pada Agustus mendatang, akan ada lagi bantuan vaksin PMK beserta sarana pendukungnya dengan jumlah yang lebih besar dari pemerintah pusat,” beber Sugeng.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bantul Joko Waluyo memastikan, ketersediaan ternak saat Idul Adha aman. Itu karena kebutuhan ternak sapi berkisar 6.500 ekor. Kemudian untuk ternak kambing atau domba kebutuhannya mencapai 13.000 ekor. “Ketersediaan sapi Bantul sendiri mencapai lebih dari 10 ribu ekor dan kambing mencapai 23 ribu ekor. Jadi InsyaAllah di Idul Adha nanti stok aman,” katanya. (inu/eno)

Bantul