RADAR JOGJA – Laporan calon orang tua siswa tentang dugaan penyimpangan penerimaan peserta didik baru (PPDB) dua SMP Negeri di Bantul menemui titik terang. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul memastikan adanya kesalahan oleh operator sekolah. Yang terlambat melakukan verifikasi secara online.

Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko menjelaskan, operator SMP Negeri 1 Sewon dan SMP Negeri 3 Sewon tidak langsung melakukan verifikasi siswa yang mendaftar melalui jalur lingkungan sekolah. Mereka, justru menunda verifikasi keesokan harinya.

Meski demikian, Isdarmoko juga menyoroti orang tua calon siswa yang langsung melapor ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIJ. Padahal, jika laporan langsung ditujukan ke sekolah, tentunya panitia PPDB akan langsung memberikan penjelasan.

Mengingat, model verifikasi jalur lingkungan sekolah melibatkan unsur warga sekitar dan RT/RW. Bahkan terkadang, ada beberapa sekolah yang verifikasinya dilakukan sebelum pelaksanaan PPDB di jalur tersebut. Dengan mengukur jarak rumah dengan sekolah. “Untuk Sewon, kesalahannya di operator dan hari ini sudah selesai. Kaitannya aplikasi dan sistem, tidak ada masalah,” ujar Isdarmoko saat ditemui Rabu (22/6).

Sebelumnya diketahui, oranh tua calon siswa melaporkan tidak adanya jalur pendafraran siswa jalur lingkungan sekolah secara online. Namun dari hasil pemeriksaan, dua sekolah yang dilaporkan melakukan pendaftaran jalur lingkungan secara offline. Cara ini pun, sudah disosialosasikan rutin kepada masyarakat. “Sosialisasi dari dinas dan sekolah sudah ada, tapi mungkin penafsirannya dari masyarakat berbeda, karena tidak semua tahu kalau pendaftaran lingkungan sekolah secara offline,” beber Ruli Arifah, Asisten ORI Perwakilan DIJ.

Sementara operator PPDB SMP Negeri 3 Sewon Satya Erlangga mengaku, PPDB jalur lingkungan sekolah memang harus dilakukan secara offline, sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah. Agar sekolah bisa melakukan penilaian secara objektif terkait dengan jarak rumah calon siswa dengan sekolah.
Cara ini, lanjut Satya, sudah berjalan selama loma tahun. “Untuk pengukuran jarak rumah dengan sekolah kami lakukan bersama orang tua calon siswa bersama tokoh masyarakat,” ucap Satya. (inu/eno)

Bantul