RADAR JOGJA – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIJ menerima laporan terkait penyimpangan petunjuk tenis (juknis) penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur lingkungan Senin (20/6). Orang tua siswa, mengeluhkan tidak adanya jalur pendaftaran siswa jalur lingkungan secara online.

Asisten ORI Perwakilan DIJ Ruli Arifah mengatakan, dua sekolah yang dilaporkan adalah SMP Negeri 1 Sewon dan SMP Negeri 3 Sewon. Namun dari pemeriksaan di dua sekolah, sistem pendaftaran sekolah melalui jalur lingkungan dibuka secara offline. Dan memang sudah berjalan selama lima tahun. Untuk mengantisipasi manipulasi jarak yang dilakukan oleh para orang tua calon siswa.

Ruli menduga, orang tua calon siswa yang melaporkan, belum mendapatkan informasi terkait dengan prosedur PPDB jalur lingkungan sekolah. Sebab dari hasil pemeriksaannya, sekolah diketahui sudah rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar lingkungan sekolah. “Sosialisasi dari dinas dan sekolah sudah ada, tapi mungkin penafsirannya dari masyarakat berbeda,” bebernya usai melakukan pemeriksaan di SMP Negeri 3 Sewon kemarin (21/6).

Seperti diketahui, PPDB jalur lingkungan sekolah merupakan satu model pendaftaran yang mengakomodir siswa. Dengan jarak tempat tinggal yang berdekatan dengan sekolah.

Sementara itu, operator PPDB SMP Negeri 3 Sewon Satya Erlangga menuturkan, pendaftaran offline jalur lingkungan sekolah dilakukan sesuai keputusan pemerintah daerah. Agar sekolah bisa melakukan penilaian secara objektif, terkait jarak rumah calon siswa dengan sekolah.

Dikatakan Satya, dalam melakukan penilaian jalur lingkungan sekolah, pengukuran jarak rumah ke sekolah dilakukan secara manual menggunakan aplikasi global positioning system (GPS). “Kami lakukan bersama orang tua calon siswa bersama tokoh masyarakat,” sebutnya.

Untuk kuota jalur lingkungan yang disiapkan, kata Satya, berjumlah enam kursi, dipilih calon siswa dengan jarak terdekat. Dengan siswa diterima memiliki jarak terdekat 88 meter, dan terjauh 260 meter. (inu/eno)

Bantul