RADAR JOGJA – Mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) oleh kepolisian tak sebatas dilakukan dengan patroli wilayah saja. Namun juga bisa dilakukan dengan sosialisasi dan edukasi kepada peternak terkait penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hal itulah yang dilakukan Jajaran Polsek Srandakan kepada kelompok peternak di wilayah setempat.

Pelaksana tugas Kapolsek Srandakan AKP Sutrisno mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan dokter hewan dari Puskeswan Sanden untuk melakukan sosialisasi tersebut. Kegiatannya sendiri menyasar Kelompok Ternak Sidodadi di Padukuhan Krajan, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan.

Sutrisno menjelaskan, tujuan dari kegiatan sosialisasi dan edukasi itu harapannya para peternak mampu mendeteksi gejala dini gejala penyakit PMK. Sebagaimana diketahui penyakit tersebut menyerang ternak sapi ataupun domba dan akan mempengaruhi nafsu makan hewan ternak yang kemudian membuat lemah lalu mati.

“Edukasi tentang PMK ini sangat perlu dilakukan, karena sebagian besar wilayah Kapanewon Srandakan masyarakatnya memiliki hewan ternak mayoritas sapi,” ujar Kapolsek kepada wartawan, Rabu (8/6) lalu.
Ia menambahkan, virus PMK sendiri memang cukup berbahaya karena penyebarannya yang sangat cepat. Sehingga apabila tidak terkendali maka dikhawatirkan banyak ternak yang terpapar dan tentunya kondisi itu akan merugi merugikan peternak.

Untuk itu, Sutrisno menghimbau agar masyarakat yang memiliki hewan ternak dengan gejala PMK agar bisa segera melaporkannya kepada puskesmas di wilayah setempat. Ternak yang terpapar pun tidak boleh dijual sebelum dinyatakan sehat agar tidak menularkan kepada hewan lain.

Disamping itu masyarakat juga dihimbau agar aktif memberikan multivitamin kepada hewan-hewan ternak yang masih sehat. Sehingga harapannya imunitas ternak menjadi kuat dan tidak mudah terserang berbagai penyakit salah satunya PMK. “Alhamdulilah sampai saat ini di wilayah Kapanewon Srandakan masih dalam kategori aman dari wabah PMK,” sebutnya.

Turut ikut dalam kegiatan itu, Koordinator Unit Reaksi Cepat (URC) PMK Kapanewon Sanden Titih Wahyaningtyas mengaku, dalam beberapa waktu terakhir ini pihaknya rutin melakukan edukasi kepada masyarakat dan pemberian vitamin kepada hewan. Serta dilakukan pula desinfeksi rutin di kandang ternak dan pemberian obat cacing.

Menurut Titih yang juga dokter hewan Puskeswan Sanden ini, berbagai upaya itu penting dilakukan agar tidak terjadi penularan dan wabah PMK bisa diredam. Sampai saat ini terhitung sudah ada tiga ekor sapi di wilayah kapanewon Sanden yang terkonfirmasi positif. Namun selain peran pemerintah, masyarakat juga didorong agar turut serta dalam upaya pencegahan PMK tersebut.

“Perannya (pencegahan PMK) tidak hanya pada petugas saja, tetapi juga peternak menjaga wilayah. Bisa dengan membatasi lalu lintas ternak maupun manusia di kandang serta desinfeksi angkutan hewan,” ucapnya. (inu/bah)

Bantul