RADAR JOGJA – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul memperketat pendataan siswa dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB). Melibatkan dinas kependudukan dan pencatatan sipil (Disdukcapil) dan dinas sosial (Dinsos) untuk mencegah siswa menumpang domisili.

Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko menjelaskan, hal ini dilakukan untuk menghindari siswa yang menyasar sekolah favorit. Sementara jalur zonasi yang memiliki kuota 50 persen, diprioritaskan untuk siswa dengan jarak rumah 500 meter dari sekolah. Dengan catatan, domisili siswa minimal satu tahun. “Jadi tidak bisa nebeng (numpang domisili, Red) karena datanya kami ambil dari Dinsos serta Disdukcapil,” ujar Isdarmoko Minggu (23/5).

Kuota jalur zonasi, sebut Isdarmoko, dikurangi dari sebelumnya 55 persen. Jatah lima persen, dialihkan untuk jalur prestasi menjadi 30 persen. Untuk mengakomodir siswa yang memeiliki prestasi di bidang akademik. Sementara untuk jalur lainnya, kuotanya masih sama seperti tahun lalu. Yakni jalur afirmasi 15 persen, dan perpindahan tugas orang tua lima persen.

Sementara untuk pelaksanaan PPDB jenjang TK, akan dimulai 6-8 Juni dengan sistem penerimaan offline. Sistem serupa, juga akan diterapkan pada jenjang SD pada 13-15 Juni. Lalu untuk jenjang SMP yang memiliki kelas khusus olahraga (KKO), dilaksanakan 8-10 Juni, dan SMP Negeri akan digelar secara online pada 20-22 Juni. “Sementara untuk sekolah swasta akan dilaksanakan setelah PPDB sekolah negeri selesai,” sambungnya.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih berharap, pelaksanaan PPDB tahun 2022/2023 akan ada pemerataan siswa-siswi berprestasi. Upaya itu semata-semata dilakukan agar tidak terdapat lagi dikotomi atau pembedaan sekolah favorit dan kurang favorit. “Tujuannya agar prestasi tidak hanya dapat diraih siswa-siswi yang telah memiliki input bagus. Tetapi bisa merata di setiap sekolah,” katanya. (inu/eno)

Bantul