RADAR JOGJA – Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta Agus Burhan menyampaikan duka cita terhadap keluarga David Siallagan. Diketahui bahwa mahasiswa Etnomusikologi ISI Jogjakarta ini menjadi salah satu korban penusukan di Seturan, Caturtunggal Depok Sleman, Minggu dini hari (8/5). Tercatat ada dua korban meninggal dunia, salah satunya adalah David.

Burhan memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait. Terutama terkait pengusutan kasus penganiayaan oleh Polda DIJ terhadap anak didiknya. Agar digelar secara terbuka dan hingga tuntas.

“Kami sangat ikut berbela sungkawa dengan kejadian ini. Semoga bisa segera teratasi olah TKP-nya dan bisa segera tertangkap pelakunya ya untuk diproses,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (9/5).

Burhan menuturkan saat ini perkuliahan tatap muka belum optimal. Selain libur, juga situasi pandemi Covid-19. Sehingga kegiatan kampus khususnya perkuliahan berlangsung secara daring.

Alhasil, pihaknya tidak bisa memantau maksimal kegiatan para anak didiknya. Terlebih yang masih berada di Jogjakarta meski perkuliahan secara daring. Sehingga dia meminta agar para anak didiknya lebih bijak saat beraktivitas diluar lingkungan kampus.

“Harap hati-hati ya mungkin mahasiswa baru belum mempunyai orientasi yang cukup untuk tempat tinggalnya yang baru,” katanya.

Maraknya aksi kejahatan jalanan juga menjadi atensi jajarannya. Termasuk bagi keamanan anak didiknya selama berada di Jogjakarta. Secara rutin, pihaknya menginformasikan melalui Dekanat Fakultas.

“Jogja akhir-akhir ini juga ada klitih atau apa itu yang kadang-kadang memang bisa mengganggu keamanan ya jadi mohon hati-hati. Saya tentu akan berkoordinasi dengan jajaran pimpinan untuk bisa menyampaikan informasi dan tanggap darurat,” ujarnya.

Korban dari aksi penusukan ini selain David adapula TIP, 29, tercatat sebagai warga Bangka Belitung kepulauan Riau. Korban TIP meninggal dunia saat perjalanan menuju rumah sakit. Sementara David meninggal dunia di Jogja International Hospital (JIH) sekitar 04.50 WIB, Minggu (8/5).

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ISI Jogjakarta Solahudin mamastikan David adalah mahasiswanya. Tercatat sebagai mahasiswa Etnomusikologi angkatan tahun 2018. Hanya saja aktif pada tiga semester awal.

“Benar mahasiswa kami, tapi sampai semester genap 2021/2022 ini almarhum tidak aktif. Statusnya itu masih mahasiswa tapi mangkir. Mangkirnya itu sudah 7 semester,” katanya.

Pihaknya juga telah menghimpun sejumlah informasi. Sesaat sebelum kejadian, diketahui David tengah nongkrong di salah satu tempat makan di Seturan, Caturtunggal Depok Sleman. Hanya saja korban dan rekan-rekannya tidak pulang di waktu yang berbeda.

Rekan-rekan korban, lanjutnya, baru mengetahui adanya penusukan di pagi harinya. Solahudin menuturkan David juga sempat menghubungi keluarganya di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Memberikan informasi bahwa saat itu sedang mendapatkan perawatan di UGD Jogja International Hospital (JIH).

“Jadi sudah sempat kontak-kontakan dengan orang tua,  keluarganya kalau beliau mendapat musibah dan sedang ditangani UGD. Jadi keluarga sudah tahu, jadi meninggalnya bukan di tempat tapi di JIH,” ujarnya. (Dwi)

Bantul