RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berencana menerapkan satu tarif untuk destinasi wisata pantai selatan (pansela). Penerapan tersebut dibarengi dengan kenaikan harga tiket dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo menjelaskan, tarif masuk sebesar Rp 15 ribu untuk satu tiket sekali masuk. Tetapi masyarakat bisa menikmati seluruh wisata pantai di seluruh kawasan pansela Bantul. Baik di sisi barat maupun timur.

Dia menyebut, kebijakan itu kemungkinan bakal diterapkan ketika Jembatan Kretek II sudah diresmikan pada Agustus mendatang. Lantaran nantinya kawasan wisata pansela sisi barat dan timur sudah menjadi satu. Sehingga alasan kenaikan tarif pun, bisa semakin jelas dan bisa diterima oleh masyarakat. “Seumpama jadi satu, sekali masuk semua pantai Bantul bisa terlayani,” bebernya saat ditemui wartawan kemarin (24/4).

Saat ini, lanjut Kwintarto, persiapan tengah dilakukan untuk penerapan tiket satu tarif pada September. Seperti penyiapan regulasi, piranti pencetak tiket, peningkatan pelayanan, dan kenyamanan wisatawan. Serta sosialisasi yang jelas tentang kenaikan tarif retribusi itu sendiri.

Menurut Kwintarto, berbagai persiapan itu penting dilakukan agar nantinya masyarakat benar-benar paham tentang apa yang mendasari kenaikan tarif retribusi tersebut. Karena salah satunya adalah bentuk upaya dari pemerintah daerah untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD). “Jadi berbagai persiapan dan piranti harus lengkap. Tidak mungkin menaikan retribusi tetapi karcis hanya ditulis pulpen atau spidol. Hal tersebut pasti akan menimbulkan masalah nantinya,” lanjutnya.

Sementara itu, warga Bantul Ariffudin, 27, mengaku tidak mempermasalahkan wacana kenaikan tarif. Hanya saja, dia berharap harga tiket yang meningkat, dibarengi dengan pelayanan kepada wisatawan lebih dioptimalkan. “Seumpama ada kenaikan harga tiket tentunya juga harus ada peningkatan pelayanan. Sehingga masyarakat pun bisa mendapat dampak positifnya,” ucap Arif. (inu/eno)

Bantul