RADAR JOGJA – Pengelola wisata di Bantul masih ragu untuk menggelar even berskala besar saat libur Lebaran. Seperti halnya di Puncak Sosok, Pleret. Pasalnya, belum ada izin resmi dari gugus tugas.

Ketua Pengelola Wisata Puncak Sosok Rudi Harianto mengaku, sebelumnya dia telah mengajukan pagelaran acara pada satgas penanganan Covid-19. Berupa balap sepeda, yang akan digelar setelah Lebaran. Namun, acara tersebut tidak disetujui dan diminta mundur hingga Juni. “Untuk menggelar even besar kami masih ragu-ragu karena belum ada izin,” tegasnya saat dikonfirmasi kemarin (17/4).

Namun dia memastikan, live music akan ditampilkan saat libur Lebaran. Untuk menghibur wisatawan yang datang. Menyambut lonjakan wisatawan, kata Rudi, persiapan penataan stand kuliner, perbaikan tempat parkit, dan penambahan jumlah petugas wisata juga dilakukan.

Sementara itu, Kepala Seksi Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo menuturkan, pemerintah tidak akan menggelar even atau atraksi wisata saat libur Lebaran. Keputusan itu diambil lantaran dinas mengira, kasus Covid-19 masih tinggi dan kegiatan mudik dilarang. Sehingga pada 2022, anggaran untuk atraksi wisata sudah dicoret.

Namun apabila pengelola wisata ingin mengadakan atraksi wisata secara mandiri, lanjut Markus, hal tersebut tidak dilarang oleh pemerintah kabupaten. Bahkan, dinas pun mendorong agar pengelola wisata menggelar atraksi wisata. “Supaya wisatawan terhibur dan menarik minat orang untuk berwisata ke Bantul,” ujarnya.

Meski demikian, Markus meminta pengelola wisata tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan (prokes). Seperti menggunakan masker, menerapkan aturan jaga jarak, serta menyiapkan sarana cuci tangan atau hand sanitizer. Hal itu menurutnya penting dilakukan untuk mencegah peningkatan kasus penuluran Covid-19 usai libur Lebaran. “Di Puncak Sosok dan Bawuran, Pleret sudah menggelar musik akustik. Kemudian di Kebun Pring Piyungan, juga menggelar hiburan campursari,” bebernya. (inu/eno)

Bantul