RADAR JOGJA – Kejahatan jalanan atau akrab dikenal masyarakat sebagai klithih, menjadi fenomena yang meresahkan. Berbagai upaya dari kepolisian dilakukan agar para pelakunya jera. Kapolres Bantul AKBP Ihsan pun punya cara unik untuk menekan kejahatan ini. Ia siap memberikan penghargaan dan SIM gratis bagi warga yang melapor adanya klithih.

IWAN NURWANTO, Bantul, Radar Jogja

Polisi di Bantul kini sedang gencar-gencarnya melakukan upaya penumpasan kejahatan jalanan dan aksi tawuran di bulan Ramadan. Seperti penangkapan empat remaja yang kedapatan membawa gir di Imogiri, Jumat (8/4) lalu. Serta penggerebekan basecamp geng remaja Brotherhood Community di Padukuhan Bolon, Palbapang, di mana enam remaja diamankan berikut barang bukti pedang dan celurit (11/4).

Fenomena klithih dan tawuran remaja tengah menjadi perhatian berbagai pihak. Aksi ugal-ugalan para remaja yang tak jarang membawa senjata tajam itu kadang membuat masyarakat geram dan ingin bertindak sendiri. Sayangnya, tindakan main hakim sendiri merupakan pelanggaran hukum dan pasti ada jerat hukum bagi pelakunya.

“Saling berkolaborasi antara warga dengan pihak kepolisian untuk menumpas kejahatan jalanan dan tawuran itulah yang sangat kami harapkan. Tapi bukan main hakim sendiri,” ujar AKBP Ihsan saat ditemui (12/4).

Karena itu, perwira menengah Polri ini pun mengajak masyarakat untuk berkolaborasi dengan kepolisian agar bisa membasmi para pelaku klithih. Mantan Kasubdit Regident Ditlantas Polda DIJ ini menjelaskan, untuk penghargaan serta bantuan pelayanan SIM gratis, nantinya akan disesuaikan dengan kemampuan masyarakat.

Contohnya, apabila masyarakat hanya memiliki kemampuan mengendarai roda dua, maka nanti yang digratiskan adalah PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) pembuatan atau perpanjangan SIM C, bukan SIM A. Sementara jika kesulitan, Kapolres memastikan akan memberi bantuan dan melatih masyarakat sampai layak mendapat izin mengemudi.

“Nanti akan kami bayar biaya-biaya PNBP yang ada dalam proses penerbitan SIM. Sementara bagi masyarakat yang sudah memiliki SIM, nanti saya kasih nomor HP dan ingatkan saya kalau masa berlaku sudah hampir habis. Silakan datang ke kantor,” tandas Kapolres.

Di sisi lain, Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih juga meminta orang tua agar meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya. Sebab, menurutnya, pencegahan aksi kejahatan jalanan atau tawuran yang dilakukan para remaja harus bisa dilakukan dari keluarga.

Namun demikian, Pemkab Bantul juga turut melakukan pencegahan dan sosialisasi untuk meminimalisasi kejahatan itu. Di antaranya, sosialisasi di sekolah dan pantauan keluarga agar anak-anak tidak keluar malam. “Kunci pencegahan aksi kejahatan itu ada di keluarga. Karena yang paling bertanggungjawab kali pertama adalah keluarga,” bebernya. (laz)

Bantul