RADAR JOGJA – Proses penyelidikan kasus kecelakaan maut di Bukit Bego Imogiri Bantul masih terus berlanjut. Terbaru, Polres Bantul telah menyurati pemilik PO Gandos Abadi. Guna meminta keterangan lebih lanjut tentang kondisi bus yang mengalami kecelakaan.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan memastikan pihaknya akan terus menghimpun sejumlah saksi dan bukti. Untuk menemukan titik terang penyebab kecelakaan maut. Apakah faktor kesalahan manusia, teknik mekanik atau rute jalan di kawasan Bukit Bego.

“Terkait pemilik PO sudah kami rencanakan dipanggil. Sudah kami buat surat undangannya untuk kami undang ke sini,” jelas Ihsan ditemui di Mapolres Bantul, Senin (7/2).

Hasil keterangan dari PO, lanjutnya, akan menjadi masukan data. Khususnya untuk mengetahui bagaimana standar operasional prosedur kendaraan. Mulai dari perawatan harian hingga kelayakan onderdil penunjang kinerja bus.

“Apakah secara rutin general check secara umum. Nanti akan kami laksanakan pemeriksaan tentunya,” katanya.

Polres Bantul telah menghimpun keterangan dari tiga orang saksi. Ketiga mengetahui seluruh detil kejadian saat kecelakana terjadi. Selain itu juga terkait hal teknis operasional kendaraan bus.

Jumlah saksi, lanjutnya, besar kemungkinan bertambah. Ini karena pihaknya belum bertemu dengan para korban. Sehingga data yang terhimpun akan bertambah sebagai proses penyelidikan.

“Saksi berikutnya kami menuggu kondisi korban yang dirawat, tentu menjalani perawatan kami masih menunggu proses perawatannya. Saksi sebelumnya ada kernet bus juga,” ujarnya.

Bersama Ditlantas Polda DIJ dan Korlantas Polri, pihaknya juga memintai keterangan pemilik merk bus Mercedes Benz. Diawali dengan membawa ke lokasi kecelakaan berlangsung. Tujuannya untuk memeriksa teknis berkendara supir sebelum kecelakaan terjadi.

Bus milik PO Gandos Abadi merupakan jenis dari Mercedes Benz. Keterlibatan ini karena dianggap paham komponen kendaraan. Meliputi fungsi reem, engine break dan detil lainnya.

“Jadi setelah pengecekan lokasi akan ada simulasi dengan kendaraan yang sama di lokasi kejadian. Tentunya kira cari mobil yang sama kita lihat seperti apa sih ininya menentukan laik dan tidaknya,” katanya.

Satlantas Polres Bantul juga memeriksa kir kendaraan. Hasilnya masih sesuai dan berlaku. Begitupula syarat administratif STNK. Sementara untuk supir juga sudah memiliki SIM.

Sementara soal kartu pengawasan ijin penyelenggaraan angkutan pariwisata telah kadaluarsa. Tertulis dalam data bahwa ijin bus sudah habis sejak 1 Juli 2021. Atas temuan ini, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kepada pemilik.

“Akan check apakah ada implikasinya, apa administrasi saja. Apakah berimplikasi terjadinya kecelakaan ini merupakan informasi yang didalami penyidik tentunya,” ujarnya. (dwi)

Bantul