RADAR JOGJA – Pelaku pembuang sesajen di Gunung Semeru, inisial HF ditangkap jajaran Polda Jawa Timur di simpangempat Ketandan, Banguntapan, Bantul, Kamis malam (13/1). Tepatnya di simpang selatan barat pada pukul 23.00 WIB. Sosok ini sempat buron pasca pembuangan sesajen tersebut.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto menuturkan pihaknya hanya melakukan pendampingan. Termasuk personel dari Polsek Banguntapan, Bantul. Penangkapan langsung oleh tim dari Polda Jatim.

“Dirreskrimum Polda DIJ Kombes Pol Ade Qry Syam Indradi memimpin back up pengamanan seseorang yang dilaporkan di Polda Jatim karena yang bersangkutan membuang sesaji di wilayah Gunung Semeru. Diamankan di jalan pada area Kecamatan Banguntapan kurang lebih 23.00 WIB,” jelasnya, Jumat (14/1).

Pasca penangkapan, pelaku sempat dibawa ke Polsek Banguntapan. Selanjutnya menjalani interograsi awal oleh personel Polda Jatim. Setelahnya dibawa ke Polda Jatim malam itu juga.

“Pada saat diamankan tidak ada perlawanan,” katanya.

Warga sekitar lokasi penangkapan Sultoni Hajar, 47, menuturkan penangkapan terjadi antara 22.00 WIB hingga 22.30 WIB. Berlangsung tepat di depan kediamannya di RT 18 Tegal Tandan, Banguntapan, Bantul. Saat itu dia melihat dua orang diamankan.

Sultoni menuturkan ciri-ciri fisik kedua pria yang diamankan. Sosok pertama tinggi langsing dan berperan sebagai supir. Seorang lagu bertubuh gemuk gondrong.

“Kejadian semalam terjadi di depan rumah saya persis. Saya lihat dari dalam kok rame rame lalu keluar. Ada 2 orang diamankan, sebagai supir kendaraan Aeiro badannya langsing, yang satunya gemuk gondrong. Waktu itu polisi ada satu mobil Innova dan 3 sepeda motor,” ujarnya.

Tentang sosok HF, Sultoni mengaku tidak mengenal secara dekat. Hanya saja dia mengetahui sebagai pengontrak di daerah Tegal Tandan. Saat ditunjukan foto pelaku, Sultoni mengaku sekilas pernah melihat.

“Kalau secara persis tidak kenal tapi saya lihat sepertinya itu ada warga dari saya, warga sini. Cuma saya belum memastikan juga, sempat saya ngobrol dengan warga disini, saya juga masih menunggu kepastian karena kemungkinan hanya warga ngontrak,” katanya. (Dwi)

Bantul