RADAR JOGJA – Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul berupaya genjot pembayaran non-tunai atau cashless. Sebab pengguna cashless dinilai masih minim. Dari total kunjungan 70 ribu wisatawan pada awal 2022, penggunaan cashless tak sampai dua persen.

Kepala Dinpar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengaku optimis. Metode pembayaran cashless dapat berhasil. Melihat antusiasme kunjungan wisata di Bantul yang tinggi. “Kami berharap, ke depan semakin cashless. Ini terus kami dengungkan,” tegasnya kepada wartawan Selasa (4/1).

Melalui metode cashless, pembayaran retribusi dinilai lebih aman. Sebab dana langsung masuk ke kas Pemkab Bantul. “Kalau sudah berjalan dengan baik, tidak perlu suek karcis dan nyusuki duit,” cetusnya.

Diagendakan, pembayaran cashless akan dimasifkan pada libur lebaran 2022. Untuk itu, Kwin berharap wisatawan mulai bersiap. Sebab pemberlakukan cashless sudah diterapkan pada hari Senin-Jumat saat kunjungan wisata sepi. “Sehingga petugas bisa melakukan edukasi semacam download dan penggunaan aplikasi,” jelasnya.

Wisatawan di Pantai Parangtritis, Mutiara Rizka M mengapresiasi tersedianya metode pembayaran cashless. Keberadaan pembayaran virtual di TPR Parangtritis inj dinilainya sangat kekinian dan praktis. “Mewakili generasi muda saat ini yang terbiasa cashless atau tanpa uang tunai,” sebutnya.

Selain itu, cashless dipercaya olehnya dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. Sebab memungkinkan dalam menekan tindak korupsi. Berikut menghindarkan wisatawan membayar retribusi lebih dari yang ditetapkan secara resmi. “Selama ini kan, biaya Rp 3.750 ditariknya Rp 4.000. Meski cuma Rp 250, tapikan tetap wujud korupsi ya,” ujarnya.

Untuk itu, gadis 24 tahun ini berharap pembayaran cashless dapat tersedia di berbagai objek wisata (obwis) di Bantul. Selain itu, cashless juga tersedia di gerai-gerai obwis. “Sehingga wisatawan lebih nyaman dan mudah berwisata,” tandasnya. (fat/pra)

Bantul