RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menargetkan vaksin anak dosis satu rampung pertengahan bulan ini. Vaksinasi anak usia 6-11 tahun difokuskan di sekolah. Penyuntikan terkendala rentan waktu antarvaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Agus Budi Raharja membeberkan, capaian vaksinasi anak di Bumi Projotamansari sudah 45,74 persen. Terhitung hingga 31 Desember 2021, sudah ada 34.296 anak yang divaksinasi. “Itu akan selalu bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Kami harapkan pertengahan Januari, Insyaallah selesai,” tegasnya ditemui usai rapat di Kantor Bupati Bantul Senin (3/1).

Menurutnya sekolah masih jadi sarana utama percepatan vaksinasi anak. Setelah data sekolah rampung, barulah vaksinasi akan disasarkan ke lembaga lainnya, seperti homeschooling dan anak tidak sekolah. “Vaksinasi bisa dilakukan di kalurahan,” ucapnya.

Terpisah, Heri Sidik mengaku dua anaknya belum divaksin Covid-19. Masing-masing anak Heri berusia 8 dan 11 tahun. Mereka baru menerima vaksin tetanus pada 18 Desember lalu. “Katanya belum boleh, harus menunggu sebulan dulu,” bebernya.

Sebelumnya, juru bicara pengelolaan vaksin Covid-19 Bantul, Abednego Dani Nugroho pun mengharapkan vaksinasi anak segera rampung. “Kami harap (vaksinasi anak, Red) dapat segera selesai,” tegasnya.

Dijelaskan, anak mendapat dosis yang sama dengan orang dewasa. Tapi, anak hanya diperkenankan mendapat vaksin jenis Sinovac. Guna memudahkan distribusi vaksin, Pemkab pun jalin koordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bantul. “Karena penyuntikan sasarannya di masing-masing SD,” ucapnya.

Abed bersyukur, vaksinasi anak dapat berjalan lancar. Kendati ada sebagian anak yang takut saat disuntik, namun sekolah dapat memberi edukasi kepada siswa sekaligus berkoordinasi dengan walinya. “Sampai saat ini tidak ada laporan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI),” tandasnya. (fat/bah)

Bantul