RADAR JOGJA – Angka kematian di Bumi Projotamansari pada 2021 naik 40 lebih dari persen. Kematian paling tinggi tercatat pada bulan Juli. Beriringan dengan kematian akibat Covid-19.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bantul Bambang Purwadi Nugroho membeberkan, angka kematian sepanjang 2021 sebanyak 14.268 orang. Angka tersebut naik dari tahun 2020 yang jumlahnya 10.011 orang. “Sementara kematian pada tahun 2019 berjumlah 12.245 orang,” sebutnya kepada Radar Jogja Rabu (22/12).

Secara rinci, kematian paling tinggi pada 2021 terjadi pada Juli. Jumlah kematian mencapai 2.489 jiwa. Pada Januari ada 976 kematian, Februari 855 kematian, Maret 1024 kematian. Angka sempat turun pada April dengan 959 kematian dan Juni 855 kematian. “Kemudian melonjak tajam pada Juli 2.489 kematian,” ujarnya.

Angka perlahan menurun pada Agustus dengan 2.175 kematian. Berturut turun, September terjadi 1.034 kematian, Oktober 966 kematian, dan November 197 kematian. “Desember naik lagi 593 kematian,” lontarnya.

Dalam rilis resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mencatat, angka kematian tertinggi akibat Covid-19 terjadi pada Juli 2021. Di mana tercatat sebanyak 503 kematian akibat Covid-19.

Angka mengalami penurunan pada Agustus, dengan catatan sebanyak 461 pasien meninggal. Kembali turun pada September dengan 104 catatan. Pada Oktober, terdapat 13 laporan kematian akibat Covid-19. Angka kembali turun pada November dengan catatan tiga kematian. Sementara pada Desember tidak ada catatan kematian. Di mana pasien dalam perawatan hanya berjumlah enam orang per 21 Desember 2021.

Sebelumnya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut, 14 kapanewon di Bantul nol kasus. “Ini perkembangan yang dari hari ke hari semakin baik dalam penanggulangan pandemi di Bantul,” ucapnya.

Diharapkan, kawasan yang sudah berstatus hijau dapat terus mempertahankan diri dan tidak ada klaster baru. Lurah sebagai ujung pemerintahan Pemkab pun dikerahkan untuk lakukan pemantauan dan pengawasan. “Bagaimana, caranya dengan mengatur lewat kewenangan izin kegiatan,” tegasnya. (fat/bah)

Bantul