RADAR JOGJA – Tim Kuasa hukum terdakwa kasus sate sianida Nani Aprilliani Nurjaman, 25, batal membacakan nota keberatan dan nota pembelaan di Pengadilan Negeri Bantul. Jadwal semula hari ini (22/11) mundur hingga Senin pekan depan (29/11). Penyebabnya karena baik Nani maupun tim kuasa hukum belum siap.

Salah satu tim kuasa hukum Anwar Ary Widodo menjelaskan nota keberatan masih dalam proses penyusunan. Dia berdalih ada beberapa unsur hukum baru yang belum dimasukan. Sehingga nota keberatan belum layak dibacakan di PN Bantul.

“Mundur pekan depan untuk pledoinya karena memang belum selesai. Ada beberapa peraturan hukum baru yang harus kami masukkan,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (22/11).

Anwar memastikan mundurnya pembacaan nota keberatan tidak menyalahi aturan. Ini juga merupakan bagian dari proses hak membela diri. Diatur dalam Undang-Undang nomor 12 tahun 2005 tentang Ratifikasi Hak-Hak Sipil dan Politik Internasional. Didalamnya mengatur jaminan untuk diadili sesuai dengan perbuatannya.

“Diberikan pula hak serta jaminan untuk membela diri, maka kami penasehat hukum terdakwa akan mengajukan pembelaan atau pledoi atas tuntutan JPU,” katanya.

Humas PN Bantul Gatot Raharjo membenarkan adanya penundaan sidang sate sianida. Pertimbangannya karena tim kuasa hukum terdakwa belum siap. Sesuai kesepakatan, sidang pembacaan pledoi ditunda Senin pekan depan (29/11).

“Diagendakan Senin pekan depan jam 09.00 WIB,” ujarnya.

Dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Nani dengan hukuman penjara 18 tahun. Terdakwa terbukti melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Hingga akhirnya menyebabkan korban salah sasaran Naba Faiz meninggal dunia.

Hal yang memberatkan, Nani sudah merencanakan perbuatannya dengan membeli racun sianida sebanyak tiga kali secara online. Diawali pada Juli 2020 untuk jenis Kalium Cianida (KCN), Januari 2021 dan Maret 2021 membeli Natrium Cianida (NaCN).

Adapula temuan dari gawai milik terdakwa Nani. Berupa riwayat pencarian 6 racun paling mematikan di dunia. Nani juga mencari informasi tentang kasus pembunuhan menggunakan sianida. Sosok Nani mencari informasi tersebut pada 18 Februari 2021 melalui Samsung A71 miliknya.

“Menuntut terdakwa Nani Apriliani Nurjaman alias Tika binti Maman Sarman secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan kesatu primer pasal 340 KUHP dengan pidana penjara selama 18 tahun penjara dikurangi selama terdakwa di dalam tahanan sementara,” tegas anggota JPU Nur Hadi Yutama dalam persidangan sebelumnya, Senin (15/11). (dwi)

Bantul