RADAR JOGJA – Musim penghujan pengaruhi jumlah kunjungan wisata. Kunjungan mulai turun sejak hujan turun dua pekan ini.
“Kunjungan wisatawan pada 8-14 November turun 12,5 persen dibanding periode 1-7 November,” ungkap Kepala Seksi Promosi dan Informasi Data Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul, Markus Purnomo Adi kepada Radar Jogja Rabu (17/11).

Ipung, sapaan akrabnya, menyebut hal ini biasa terjadi. Tidak menyebut angka, dia hanya mengungkap bahwa turunnya jumlah kunjungan wisatawan jelang akhir tahun merupakan siklus tahunan. “Kemungkinan besar karena pengaruh hujan yang dalam seminggu ini sudah rutin turun,” ujarnya.

Selanjutnya dipaparkan, setelah uji coba pembukaan PPKM berlevel, angka kunjungan wisatawan di Bantul mencapai puncaknya pada tanggal 25-31 Oktober. Pada periode tersebut angka kunjungan wisatawan mencapai 88.949 orang.

Sebelumnya, pada awal pembukaan pariwisata di tanggal 20 Oktober hanya sebanyak 12.700 wisatawan yang berkunjung ke Bantul. Angka tersebut meningkat pada tanggal 24 Oktober jadi sebanyak 19.492 kunjungan. Angka kembali meningkat pada tanggal 31 Oktober dengan jumlah kunjungan 30.433 wisatawan. “Kunjungan mulai menurun pada periode 1-7 November dengan jumlah kunjungan hanya 39.435,” paparnya.

Terus diguyur hujan, kunjungan wisata di Bumi Projotamansari pun kian turun. “Pada periode 8-14 November turun lagi, dengan total kunjungan hanya 34.484,” bebernya.

Terpisah, Ketua Pengelola Kawasan Wisata Mangunan, Dlingo, Bantul Purwo Harsono mengungkap bahwa kunjungan wisatawan di wilayahnya tidak terpengaruh oleh musim penghujan. Bahkan kunjungan justru mulai merangkak naik. “Pas minggu terakhir malah naik,” cetusnya.

Pada minggu terakhir Oktober, jumlah kunjungan di Mangunan mencapai 16 ribu orang. Angka tersebut merangkak naik pada minggu pertama November dengan jumlah kunjungan 17 ribu wisatawan. “Nah, di minggu terakhir ini, kami mendapat kunjungan sebanyak 19 ribu wisatawan,” ungkapnya.

Kendati begitu, jumlah kunjungan yang terus meningkat itu masih dinilai jauh. Jika dibandingkan dengan angka kunjungan sebelum adanya pandemi Covid-19. “Ini masih jauh, 50 persen saja belum ada, baru sekitar 25 sampai 30 persen dari angka normal,” tandasnya. (fat/bah)

Bantul