RADAR JOGJA – Pasar Imogiri satu-satunya pasar di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Predikat tersebut sudah diperoleh sejak 2017 dengan masa berlaku tiga tahun. Pada periode keduanya, dilakukan pembaharuan menyesuaikan SNI 8152:2021.

Lurah Pasar Imogiri, Suharsono mengungkap bahwa dalam pergantian SNI periode dua masih menggunakan 8152:2015. Pembaruan kala itu dilakukan pada akhir 2020. Penyesuain SNI 8152:2021 kemudian diterapkan saat evaluasi pertama periode kedua.

“Ada beberapa tambahan dari materi SNI 8152:2021. Pada November ini, kami menerima surveilans periode dua. Surveilans memastikan SNI sesuai standar dan konsisten dijalankan,” paparnya dihubungi Radar Jogja Selasa (16/11).

Dijelaskan beberapa perubahan dalam SNI 8152:2021. Sebelumnya, terdapat 14 dokumen atau SOP dalam SNI 8152:2015. Kini dipadatkan jadi empat SOP. “Dokumen dipadatkan, tapi lebih rinci dari yang sebelumnya,” sebutnya.

Sebab empat dokumen SNI 8152:2021 menambahkan poin krusial. Misalnya pengadaan fisik seperti akses difabel. Bukan hanya penerapan pada los pasar. Tapi juga meliputi fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).

Selain itu, pasar wajib menerapkan pemilahan sampah. Terdiri dari sampah kering, basah, dan berbahaya. “Itu wajib dipisahkan. Pasar juga harus memiliki tempat penampungan sementara (TPS) yang diambil tiap hari,” jabarnya.

Selanjutnya, pasar diwajibkan memiliki lemari pendingin, guna penyimpanan ikan, daging, dan makanan beku. Suhunya pun diatur maksimal minus 18 derajat celcius. “Kalau di atas itu, harus dikejar memenuhi suhu minus 18 derajat atau lebih rendah,” paparnya.

Pasar Imogiri dapat penilaian Mutu I Kualitas I oleh surveilans sesuai SNI 8152:2021. Artinya, pasar dengan sekitar 1.500 pedagang ini memenuhi 100 persen penilaian. “Masa berlaku SNI 8152:2021 itu lima tahun. Tapi audit surveilans dilakukan setiap tahun,” ungkapnya.

Ditetapkannya Pasar Imogiri masuk kategori SNI 8152:2021 diharapkan dapat jadi pemantik bagi pasar-pasar lain di DIJ, khususnya Bantul. “Standar SNI sangat tinggi, baik fisik, pengelolaan, dan dokumen. Tapi semoga pasar lain dapat mengikuti apa yang sudah diterapkan di Pasar Imogiri,” tandasnya. (fat/bah)

Bantul