RADAR JOGJA – Surani, 44, diringkus polisi. Sebab perempuan yang berprofesi sebagai pengurus rumah tangga (PRT) ini telah sembilan kali lakukan penjambretan. Menyasar anak-anak yang menggunakan kalung dengan modus tanya alamat.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengungkap bahwa aksi Surani terekam CCTV. Berdasar itu, polisi dapat mengidentifikasi bahwa pelaku jambret adalah perempuan. Aksi menggunakan sepeda motor warna putih biru dengan nomor kendaraan AA 2691 OT.

“Dengan backup Polres Bantul dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Bnaguntapan IPTU Anar Fuadi bersama Team Jatanras Polda DIJ berhasil mengidentifikasi pelaku pada Senin (8/11),” beber Ihsan dalam jumpa pers yang digelarnya di Lobi Polres Bantul Selasa (16/11).

Namun, pada awal petugas lakukan pencarian tersangka tidak ditemukan di tempat tinggalnya. Selanjutnya pada Selasa (9/11), diketahui bahwa Surani ternyata tinggal di Mrican, Umbulharjo, Kota Jogja. “Tersangka sempat melarikan diri, karena curiga dengan kedatangan petugas. Akhirnya kami lakukan pengejaran dan berhasil ditangkap di jalan Jogoragan, Banguntapan, Bantul,” ujarnya.

Berdasar penyidikan polisi, Surani sudah empat bulan lakukan penjambretan. Total sudah sembilan kali percobaan. Namun, empat kali di antaranya gagal. “Tersangka melakukan pencurian dengan kekerasan sejak Juli 2021 sampai November 2021,” ungkapnya.

Modus yang digunakan oleh tersangka adalah mendekati korban untuk tanya alamat. Kemudian tersangka mengambil perhiasan yang dipakai oleh korban dengan paksa. Semua korban Surani adalah anak-anak usia lima sampai sepuluh tahun. “Menurut keterangan pelaku, kejahatan tersebut dilakukan di Banguntapan sebanyak dua kali, Piyungan satu kali, dan paling banyak di Pleret sebanyak enam kali,” paparnya.

Surani diamankan beserta barang bukti sepeda motor berikut yang digunakan dalam kejahatan. Selain itu, polisi juga menyita pakaian yang dikenakan tersangka. Barang bukti lain adalah satu lembar nota pembelian kalung. “Atas perbuatannya, tersangka kami kenakan Pasal 365 KUHP ayat (1) dengan ancaman hukuman penjara sembilan tahun,” sebut Ihsan.

Surani sendiri mengakui perbuatannya. Dia pun mengaku menyesal telah melakukan tindak pidana. “Saya menyesal sekali. Suami tidak tahu (dia menjambret, Red),” ucapnya.

Dalam pengakuan tersebut, Surani pun mengaku menjual kalung rampasannya dengan harga Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu. Namun dia tidak menyebutkan alasannya nekat melakukan penjambretan. “Sembilan kali, tapi yang nggak kena empat kali. Dijual Rp 250-300 per kalung,” kata dia. (fat/bah)

Bantul