RADAR JOGJA – Orangtua korban sate sianida Bandiman menilai tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Bantul terhadap Nani Apriliani Nurjaman terlalu ringan. Menurutnya hukuman 18 tahun penjara tak sebanding dengan kehilangan buah hatinya, Naba Faiz, 10. Dia meminta agar terdakwa sate sianida tersebut dihukum lebih berat.

Bandiman mengaku masih merasa sangat kehilangan akan kepergian anak bungsunya. Meski peristiwa telah 6 bulan berlalu namun tetap meninggalkan kesedihan. Dia masih mengingat jelas bagaimana anaknya meninggal usai menyantap sate sianida pada 25 April 2021.

“Ya kalau menurut saya sih terlalu ringan. Kalau kami sekeluarga ya yagg setimpal, 20 tahun ke atas lah,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (15/11).

Walau begitu, dia menyadari tak memiliki wewenang dalam menentukan hukuman. Bandiman hanya memasrahkan seluruhnya kepada JPU Kejari Bantul dan majelis hakim Pengadilan Negeri Bantul. Setidaknya proses hukum kepada Nani terus berlanjut.

“Tapi ya semuanya terserah pada penegak hukum. Kalau kami dari keluarga inginnya seperti itu,” katanya.

JPU Kejari Bantul Nurhadi Yutama menuntut Nani dengan hukuman 18 tahun penjara. Perempuan yang akrab dipanggil Tika tersebut terbukti melanggar Pasal 340 KUHP. Berupa tindakan pidana pembunuhan berencana.

Dalam persidangan terbukti Nani ingin meracuni Aiptu Tomi Astanto. Niat sudah berlangsung sejak 2020 silam. Diawali dengan pembelian racun jenis sianida melalui toko online sebanyak tiga kali dari medio 2020 hingga awal 2021.

“Terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindakan pidana pembunuhan berencana sesuai dengan pasal 340 KUHP. Maka kami menuntut hukuman penjara 18 tahun,” tegasnya. (dwi)

Bantul