RADAR JOGJA – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berdampak pada angka kesejahteraan masyarakat. Terjadi kenaikan jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Pemulihan ekonomi sebagai pendongkrak kesejahteraan dilakukan dengan membangun herd immunity.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslim menyebut bahwa secara umum, terjadi peningkatan angka masalah kesejahteraan. Kendati tidak menyebut jumlah pasti, Halim mengungkap laporan peningkatan masalah bersumber dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Laporan dari BPS tentang capaian regional domestik bruto menurun, berarti menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat menurun pada saat pandemi,” beber Halim ditemui usai menghadiri bakti sosial Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa Kabupaten Bantul Jumat (11/11).

Umumnya PMKS adalah karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Serta tenaga yang dirumahkan dari tempatnya bekerja. “Penelitian BPS terkonfirmasi oleh penelitian lapangan,” sebutnya.

Kendati begitu, level PPKM yang terus turun di Bumi Projotamansari memberi harapan. Pemulihan ekonomi mulai tampak. Misalnya industri perhotelan yang mulai kembali bergeliat. “Pertumbuhan ekonomi itu mulai naik. Itu dilaporkan oleh BPS juga. Beberapa pelaku usaha juga lakukan perekrutan kembali,” paparnya.

Namun Halim menegaskan, protokol kesehatan (prokes) tetap harus dijaga. Sebab pertumbuhan dan geliat ekonomi berdampak pada risiko kesehatan. “Dari sisi kesehatan sedikit berisiko, terbukti dengan adanya klaster baru. Seperti ini, penanggulangan pandemi selalu berdampingan dengan ekonomi. Selalu bertolak belakang,” jelasnya.

Untuk itu, masyarakat diminta untuk turut berkontribusi dalam menciptakan herd immunity. “Sebetulnya kami sudah mencapai, karena batasnya 70 persen. Hari ini 85 persen dosis satu dosis dua sudah 70 persen. Sudah divaksin tidak serta merta kebal, atas segala paparan virus. Maka selain vaksinasi, budaya prokes harus dilanjutkan,” imbaunya.

Ketua IPSM Bantul, Sulastri turut membenarkan, selama pandemi Covid-19 terjadi peningkatan PMKS. Peningkatan tersebut terlihat pada penambahan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan yatim piatu.

“Kaitannya dengan Covid-19 kami selalu menyisir dari anak yatim piatu, salah satunya kami memberi bantuan berupa logistik makanan,” ujarnya.

IPSM pun meluaskan jaring pengaman sosialnya dengan menggaet swasta dan pemerintah. Seperti yang dilakukan kemarin, telah dibagikan sebanyak 350 paket sembako. Dalam paket tersebut, turut bantuan alat pelindung diri (APD), hand sanitizer, dan vitamin dari salah satu perusahaan kesehatan. “Kami juga menyasar bantuan untuk korban KDRT, lansia terlantar, wanita rawan ekonomi, difabel, dan hidrosefalus. Total, tahun ini kami telah gelontorkan 650 paket sembako,” tandasnya. (fat/bah)

Bantul