RADAR JOGJA – Tawuran antargeng pelajar di di Dusun Plurungan, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Bantul menyita perhatian Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih. Sebab aksi tidak terpuji itu telah memakan korban jiwa. Ditekankan, poin terpenting dalam penanggulangan kekerasan adalah pembinaan nalar yang sehat.

“Panas-panasan dan tantang-tantangan, kalau yang ditantang tidak berani merasa dipermalukan. Itu penyakit bukan keberanian. Berani tidak seperti itu, itu (menerima tantangan adu kekerasan, Red) tidak waras,” ketusnya ditemui usai menghadiri bakti sosial IPSM di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa Kabupaten Bantul Jumat (11/11).

Untuk itu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berharap, pemuda harus memperoleh bimbingan kewarasan nalar. Terutama pelajar. Sehingga mereka tidak mudah tersulut emosi dan terpancing provokasi. “Justru menurut saya, yang terpancing seperti itu bukan pemberani tapi pengecut,” sebutnya.

Masih dalam nuansa Hari Pahlawan, Halim selanjutnya mengajak pemuda untuk meneladani para pahlawan. Darahnya ditumpahkan untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Bukan untuk menyerang saudara setanah air. “Para pahlawan itu orang yang berani. Tapi mereka bukan orang yang suka tawuran. Tantang-tantangan yang tidak bermutu, anak muda harus menyadari bahwa itu setan,” cetusnya.

Selanjutnya ayah dua orang putri itu berpesan, tidak melayani tantangan tawuran justru dapat disebut sebagai keberanian. Sebab pemuda menggunakan akal sehatnya untuk menghindari hal buruk. “Jadi ketika tidak melayani tantangan berkelahi, tidak berarti bukan pemberani. Tapi telah menggunakan nalar yang waras,” tegasnya.

Ajakan yang seharusnya disambut oleh pemuda adalah adu dalam kompetisi perlombaan. Sehingga energi yang dimiliki pemuda dapat mengalir pada hal positif. “Kompetisi itu dalam lomba, bukan seperti itu (adu kekerasan di jalanan, Red),” cecarnya.

Dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Bantul AKP Archye Nevadha masih lakukan upaya. Agar dapat menangkap tiga orang anak diduga pelaku kekerasan dalam tawuran antargeng pelajar yang menewaskan MKA. “Masih kami lakukan upaya terkait daftar pencarian orang (DPO),” sebutnya. (fat/pra)

Bantul