RADAR JOGJA – Salah satu kalurahan yang letaknya terpencil di Bumi Projotamansari adalah Terong di Kapanewon Dlingo. Berbatasan dengan Kabupaten Gunungkidul, wilayah ini masih membutuhkan banyak dukungan terkait infrastruktur. Terkait akses jalan dan sarana mitigasi bencana yang kurang memadai.

Plt Carik sekaligus Tatalaksana Kalurahan Terong, Ika Nolia menuturkan, wilayahnya jadi ‘langganan’ longsor. “Di sini sering longsor, karena perbukitan dan tanahnya ada tinggi dan rendah. Tiap hujan pasti longsor,” bebernya ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.

Untuk itu, wilayah dengan kepadatan penduduk rendah mendapat perhatian khusus. Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Terong memasang sirine tanda bahaya. “Tapi di Terong baru ada satu sirine tanda bahaya, hanya di Ringinwok. Permukimannya masih jarang, satu RT hanya ada 20 KK. Di titik lain masih belum punya,” ujarnya.

Pemkal juga lakukan peringatan kewaspadaan melalui radio. Sebab Pemkal belum memiliki alat pendeteksi kebencanaan. “Kami memiliki Radio Terong Community (RTC). Membantu misal ada kejadian,” cetusnya.

Selain itu, Lurah kerap berikan imbauan dan peringatan kewaspadaan bencana pada para dukuh. Selanjutnya, informasi diteruskan ke tingkat RT. “Sekiranya lokasi rawan terjadi bencana. Seperti kayu. Banyak warga yang menanam pohon di sekitar rumahnya. Sekiranya ada angin dan berbahaya (diingatkan, Red),” sebutnya.

Saat musim hujan, jalanan turut jadi perhatian. Kawasan Dlingo yang memiliki kontur tanah bergelombang dinilai cukup membahayakan. “Infrastruktur yang paling dianggap krusial adalah jalan. Turun naik dan berlubang. Karena tiap hari dilewati bus wisata,” keluhnya.

Ika menyebut bahwa pembangunan infrastruktur di Terong tidak dapat hanya mengandalkan dana desa. Sementara penangannya harus dilakukan segera. “Jalan jadi infrastruktur paling dibutuhkan. Terutama di Cino Mati, yang merupakan jalan alternatif yang mulai dijadikan jalan utama. Apalagi sekarang, lubang posisi berlubang besar dan hujan, bahaya. Pikap sering selip,” ucapnya.

Terpisah, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meminta warga agar kompak dalam pembangunan wilayahnya. Terkait dengan perbaikan infrastruktur, Halim menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memiliki beberapa program yang dapat dimanfaatkan oleh Pemkal. “Kami terus melengkapi dan menyempurnakan fasilitas BKK. Bantuan keuangan khusus dari Kabupaten. Dana dapat disalurkan langsung ke Terong untuk mewujudkan pembangunan,” sebutnya.

Dikatakan pula, ada program P2MD untuk melengkapi pembangunan di pedesaan. Selain itu ada padat karya yang anggarannya semakin diperbanyak. “Tujuannya agar pembangunan infrastruktur disegerakan,” tegasnya.

Selain itu, terdapat bantuan dari Pemkab Bantul senilai Rp 50 juta untuk pembangunan di masing-masing desa. “Semoga warga Sendangsari, Terong bisa mendapatkan. Tujuannya agar kalurahan di Bantul bisa menghasilkan penyelenggaraan desa yang baik,” tandasnya. (fat/pra)

Bantul