RADAR JOGJA – Panewu Sanden Deni Ngajis Hartono menuturkan wilayahnya muncul klaster Covid-19. Tercatat ada 15 kasus yang berasal dari Kalurahan Srigading Kapanewon Sanden Bantul. Sumber awal penularan adalah klaster yang berada di Kapanewon Sedayu.

Deni menjabarkan kasus awal adalah seorang guru SMKN 1 Sedayu. Sosok ini bertempat tinggal di Srigading Sedayu. Dari kasus awal lalu menularkan ke istri dan akhirnya menyebar ke sejumlah siswa Tempat Pendidikan Al-Qur’an (TPA).

“Merembet kasus di SMKN 1 Sedayu, berawal dari salah satu warga kami guru SMK dari kontak erat positif, tapi ya Nyuwun Sewu ada guru yang ngeyel, tetap sebelum diisiolasi mandiri sempat mengajar TPA di rumahnya,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (8/11).

Deni menuturkan sang guru sejatinya telah mengetahui terpapar Covid-19. Ini karena sosok pengajar TPA tersebut adalah kontak erat dari guru SMKN 1 Sedayu. Keduanya diketahui sebagai pasangan suami istri.

Saat itu juga sudah ada perintah isolasi mandiri ke Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC), Bambanglipuro. Sayangnya perintah ini tidak segera dijalankan. Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 justru tetap membuka TPA.

“Waktu itu sebenarnya hasilnya baru muncul tapi sudah tahu gejalanya, ada perintah isolasi di Bambanglipuro. Sudah dinyatakan positif tapi sore masih mengajar,” katanya.

Imbasnya, kini muncul 15 kasus dari wilayah ini. Dari total tersebut, 6 kasus awal adalah siswa TPA. Berlanjut tracing kontak erat dan akhirnya muncul 9 kasus baru.

Untuk siswa TPA dinyatakan positif Covid-19 per 3 November 2021. Untuk tracing selanjutnya muncul 9 kasus pada 5 November 2021. Sementara sosok kasus awal guru SMKN 1 Sedayu pada akhir Oktober 2021.

“Tracing lanjutan dari siswa TPA itu ada dari keluarganya, lalu keluarga anak, saudara juga ada. Kalau siswanya masih usia SD ,” ujarnya.

Deni memastikan tracing terhadap kasus tetap berlanjut. Walau begitu untuk tracing terhadap 9 kasus masih berlanjut. Penyisiran juga berlangsung dengan wawancara kontak interaksi.

“Kami juga terus edukasi, kalau ngeyel itu untuk diri sendiri jangan orang lain. Ketegasan setelah dinyatakan positif jangan keluar, isolasi mandiri di rumah,” katanya.(Dwi)

Bantul