RADAR JOGJA – Jumlah wisatawan yang berkunjung di Bumi Projotamansari meningkat tajam. Agar tidak terjadi klaster wisata, para wisatawan dipesankan untuk jaga protokol kesehatan (prokes).

“Saya kira bisa dibilang wisatawan balas dendam. Setelah sekian lama ngampet (menahan diri, Red),” ujar Kepala Seksi Promosi dan Informasi Data Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul, Markus Purnomo Adi kepada Radar Jogja kemarin (3/11).

Secara rinci Ipung, sapaan akrabnya, menyebut bahwa lonjakan wisatawan terjadi pada 24 Oktober 2021. Di mana jumlah wisatawan yang masuk ke objek wisata (obwis) di Bantul mencapai 47.767 orang. Padahal pada hari libur sebelumnya, tanggal 20 Oktober hanya masuk 12 ribu wisatawan di Bantul. “Yang mendominasi masih Pantai Parangtritis,” sebutnya.

Selanjutnya, Ipung membeberkan bahwa pembukaan pariwisata sumbang pendapatan asli daerah (PAD) cukup besar. Lantaran dapat menggaet wisatawan sebanyak 88.949 orang. “Selama uji coba 20-31 Oktober PAD yang disumbangkan dari pariwisata sebesar Rp 864.228.750,” paparnya.

Ipung pun mengatakan, jumlah kunjungan wisata di Bantul stabil saat ini. Di mana jumlah kunjungan berkisar pada angka 40 ribu wisatawan per minggu. “Kalau melihat dua kali Minggu setelah uji coba pembukaan, perkiraan jumlah wisatawan tidak beda jauh dengan yang kemarin,” cetusnya.

Namun, dalam suka cita pembukaan obwis, Ipung tidak ingin terjadi situasi yang buruk terhadap obwis di Bantul. Sebab pandemi Covid-19 belum dinyatakan benar-benar usai. “Harapan kami wisatawan tetap menjaga prokes dan betul-betul sehat ketika berwisata,” pesannya.

Kepala Dishub Bantul, Aris Suharyanta mengungkap bahwa dinasnya lakukan operasi rutin tiap akhir pekan. Operasi menyasar obwis yang banyak jadi tujuan bus wisata. “Operasi bus pariwisata sudah kami lakukan tiap Jumat, Sabtu, dan Minggu,” ujarnya.

Operasi gabungan dilakukan bersama lembaga terkait, seperti Satpol PP, Polres, dan Kodim Bantul. Petugas bersiaga di pintu masuk obwis untuk melakukan pemeriksaan. “Khususnya di Parangtritis dan Mangunan, sudah kami laksanakan. Jumlah kunjungannya sudah sangat tinggi,” bebernya.

Pertama-tama, petugas menyasar nomor kendaraan bus wisata. Sebab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berlakukan sistem ganjil genap. Bila nomor kendaraan tidak sesuai, maka bus diminta putar balik. “Kami perhatikan ganjil genapnya, kemudian perhatikan penumpang,” sebutnya.

Kuota maksimal bus wisata adalah terisi sebanyak 50 persen dari kapasitas normal. Bila ditemukan bus dengan kuota yang melebihi batas, bus akan dilarang masuk ke obwis. “Kalau lebih 50 persen akan kami minta putar balik,” cetusnya. (fat/bah)

Bantul