RADAR JOGJA – Persidangan kasus sate sianida masuk pada agenda pemeriksaan terdakwa Nani Aprilliani Nurjaman. Terungkap dalam persidangan, chatting Nani dan R yang disinyalir sebagai Robi hilang dan tidak masuk dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Selain itu, hasil pemeriksaan kejiwaan Nani pun tidak diungkap oleh penyidik.

Kuasa Hukum Nani, R Anwar Ary Widodo mengungkap, sidang sempat membahas terkait kebenaran pembelian serbuk sianida melalui marketplace. Kemudian menyinggung terkait pernikahan siri Nani dengan Aiptu Y Tomi Astanto. “Berjalan sesuai dengan agenda. Pemeriksaan dilakukan majelis hakim kemudian jaksa penuntut umum (JPU), terakhir dari kami penasihat hukum,” sebutnya dihubungi Radar Jogja Senin (1/11).

Namun, Ary mempermasalahkan BAP kepolisian yang dinilainya tidak lengkap. Pasalnya, bukti chatting antara Nani dan Robi hilang. Untuk diketahui, Robi merupakan sosok yang sampai saat ini tidak ditemukan keberadaannya. Sosok ini disebut-sebut sebagai pemberi inspirasi bagi Nani untuk mengirimkan paket takjil sate sianida kepada Tomi yang beragama Kristen. “Chating dengan Robi tidak ada, clear. Kosong dicek di HP Nani kosong,” ujarnya.

Ary merasa heran, polisi sebagai penyidik tidak memasukkan bukti chatting Nani dan Robi. Kemudian hanya berdalih pesan sudah kosong dan terhapus. “Saya bukan ahli IT, tapi bisa konfirmasi sendiri ke Polisi,” ketusnya.

Selain itu, Ary menyesalkan tidak dimasukkannya hasil tes kejiwaan Nani. Kuasa hukum sampai sekarang tidak mengetahui hasil dari tes tersebut. “Seperti apa hasil tes kejiwaan tidak pernah terungkap dan dibeberkan ke persidangan. Padahal itu yang meminta penyidik. Dulu waktu saya minta, ditolak penyidik,” bebernya.

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Bantul AKP Ngadi mengungkap bahwa sosok berinisial R dalam kasus sate sianida adalah fiktif. R disebut menginspirasi tersangka kasus sate sianida, Nani untuk balas dendam menggunakan racun. Belakangan diketahui, sosok R digunakan perempuan asal Majalengka, Jawa Barat itu untuk menutupi keterlibatan Tomi.“Bisa jadi R tokoh fiktif, untuk menghilangkan si ini (Aiptu Y. Tomi, Red), biar ringan. Kami masih pelajari. Bisa jadi seperti itu,” tegas Kasatreskrim Polres Bantul AKP Ngadi ditemui di kantornya Rabu (5/5). (fat/pra)

Bantul