RADAR JOGJA – Seiring perkembangan zaman, kehidupan suatu kelompok masyarakat turut berubah. Misalnya, perajin perak di Kalurahan Jagalan, Kapanewon Banguntapan, Bantul menyusut. Bangunan bernilai sejarah dan kebudayaan pun terancam hilang. Kekayaan intelektual dan budaya juga lantas dikhawatirkan dapat luntur. Salah satu langkah menjaga kelestarian adalah melibatkannya dalam industri pariwisata.

Lurah Jagalan Gono Santoso membeberkan, wilayahnya masuk dalam kawasan Warisan Budaya Kotagede. Sebagian besar warganya, dahulu merupakan perajin perak. Tapi disayangkan, kekayaan intelektual itu mulai luntur. Lantaran warga Jagalan mulai beralih profesi. Menyisakan beberapa orang saja perajin perak.

Mereka yang bertahan pun, masih digempur oleh pandemi Covid-19.“Ini tantangan kami, bagaimana dapat membangkitkan kembali iklim usaha terutama kerajinan perak di Jagalan untuk bisa tampil. Karena heritage bukan hanya bangunan saja. Tapi the way of life masyarakat itu juga dicari oleh wisatawan,” ujarnya kepada Radar Jogja Senin(25/10).

Selain masyarakat yang beralih profesi, ternyata bangunan-bangunan bernilai sejarah dan budaya pun terancam hilang. Diakibatkan oleh pewaris bangunan yang membutuhkan uang. “Saya menyayangkan, rumah joglo yang dijual ke luar hanya karena perkara warisan, kemudian dijual dan uangnya bisa dibagi,” sesalnya.

Ditegaskan, konservasi di Jagalan harus dilakukan. Sebab jika bangunan joglo hilang, maka keunikan dan daya tarik wisata di Jagalan pun musnah. “Memang untuk renovasi sulit, karena membutuhkan tukang dan material yang khusus. Akhirnya keluarga pemilik dengan gampangnya menjual,” bebernya.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Bantul Guppianto Susilo menegaskan, Dinpar Bantul berkomitmen dalam menjaga kelestarian potensi di Jagalan. “Justru kami jadikan sebagai prioritas, alasannya apa? Pemerintah pusat saja, sudah memasukkan kawasan ini sebagai destinasi pariwisata super prioritas nasional,” ungkapnya.

Berbicara terkait sejarah bangsa, Mataram Islam merupakan sebuah kerajaan yang turut berkontribusi besar dalam Kemerdekaan Republik Indonesia. Dan berdirinya Mataram Islam berawal dari Alas Mentaok, yang saat ini berada di bawah administrasi wilayah Jagalan. “Saat ini Bantul sedang reposisi industri pengembangan budaya di Bantul berbasis budaya Mataram. Kami deklarasikan Bantul Bumi Mataram,” ucapnya. (fat/pra)

Bantul