RADAR JOGJA – Persidangan kasus sate sianida di Bantul dilanjut hari ini (21/10). Aiptu Y Tomi dan istrinya, RA Maria Shita Resmi dijadwalkan hadir dalam persidangan kasus sate sianida. Guna memastikan kehadiran, jaksa penuntut umum (JPU) layangkan pemanggilan ke Polresta Jogja. Bila tidak hadir, majelis hakim siap seret keduanya menghadap meja hijau.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul Sulisyadi menegaskan, pihaknya telah layangkan pemanggilan Aiptu Tomi sejak minggu lalu. Pemanggilan pun dilayangkan pada atasan Aiptu Tomi, yaitu Kapolresta Jogja. “Mengenai kehadiran atau tidak kita lihat besok,” ucapnya dihubungi Radar Jogja kemarin (20/10).

Pemanggilan Aiptu Tomi berbarengan dengan pemanggilan istrinya, Shinta. Guna menyederhanakan waktu persidangan kasus yang telah merenggut nyawa Naba Faiz Prasetya. “Istri, kalau rencana akan dilakukan pemanggilan bareng. Karena kami terbentur waktu persidangan,” cetusnya.

Selanjutnya, Sulisyadi berharap persidangan dapat berlangsung secara cepat, sederhana, dan dengan biaya ringan. “Sesuai undang-undang. Cuma permasalahannya, ada saksi yang tidak bisa hadir. Nanti tinggal majelis, apakah keterangan Tomi penting atau tidak. Nanti majelis yang akan menentukan,” sebutnya.

Sebelumnya, Humas PN Bantul Gatot Raharjo membeberkan, sidang agenda pada sidang kedua adalah pembacaan nota keberatan dari penasihat hukum terdakwa. Persidangan selanjutnya diagendakan pada 4 Oktober 2021. “Kemudian ketua menyampaikan, untuk pemeriksaan saksi, dihadirkan di persidangan,” tegasnya.

Ini memastikan, semua saksi yang diajukan oleh jaksa penuntut umum (JPU) wajib hadir langsung di hadapan meja hijau. “Kalau bisa JPU menghadirkan semuanya, kami siap. Termasuk menghadirkan polisi, si Tomi itu,” tuturnya.
Selain itu ditegaskan, majelis hakim siap memanggil paksa. Terhadap saksi yang mangkir ke persidangan dengan alasan yang tidak jelas. “Hakim akan memanggil paksa. Kalau tidak datang, harus menunjukkan bukti panggilan. Kalau bukti panggilan berturut tiga kali tidak hadir. Majelis bisa panggil paksa,” paparnya.

Senada, Bandiman, ayah Naba Faiz pun berharap sidang kasus sate sianida dapat digelar tatap muka atau offline. Minimal, semua saksi dapat hadir secara langsung di muka persidangan. Agar kasus yang mengakibatkan anak keduanya, Naba Faiz Prasetya meninggal dunia, dapat diungkap secara terang benderang. Ayah dua orang putra ini pun mengaku siap untuk hadir dan memberi kesaksian. “Kalau saya dibutuhkan untuk hadir secara offline, saya siap,” tegasnya.

Pengemudi ojol itu berharap, setidaknya para saksi dapat dihadirkan di muka peradilan. Termasuk Aiptu Tomi dan istrinya, Shinta. “Iya kalau minta saya, semua dihadirkan. Agar semua terang benderang. Biar kelihatan jelas semua,” tandasnya. (fat/pra)

Bantul