RADAR JOGJA – Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) memasuki level dua pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul bergegas lakukan pemulihan ekonomi. Pariwisata, didapuk sebagai gerbangnya.

“Pemerintah menginginkan pemulihan ekonomi segera terjadi, yang kami jadikan pintu masuk efektif adalah sektor pariwisata,” ujar Bupati Bantul Abdul Halim Muslih diwawancarai usai rapat paripurna di DPRD Bantul kemarin (19/10).

Dipilihnya pariwisata sebagai pintu, lantaran sektor ini menopang berbagai sektor lain. Seperti mendorong perdagangan, industri kreatif, kuliner, termasuk pertanian. “Produk pertanian juga laku, terdorong dengan pembukaan pariwisata,” ucapnya.

Untuk itu, Pemkab Bantul mengusulkan semua objek wisata (obwis) yang dikelolanya dapat segera dibuka. Antara lain terdiri dari Pantai Selatan (Pansela), Goa Selarong, dan Goa Cerme. “Selanjutnya kami berharap kepada pokdarwis yang mengelola obwis untuk menerapkan prokes secara ketat. Misalnya menegur jika ada pengunjung yang tidak menggunakan masker,” sebutnya.

Namun, pembukaan obwis masih terkendala. Sebab Pemkab Bantul belum dapat memasang QR code di semua obwis. “Kami maunya QR code dipasang di semua obwis, tapi terkendala sistem dan sinyal, yang terpusat,” jelasnya.
Dikatakan, capaian vaksinasi di Bumi Projotamansari sudah 76 persen. Namun diharapkan, vaksinasi dapat mencapai 90 persen pada akhir Oktober. “Rumus herd immunity 70 persen, tapi kami ingin sampai akhir Oktober 90 persen. Sehingga herd immunity mapan dan kuat,” tegasnya. (fat/bah)

Bantul