RADAR JOGJA – Vaksinasi jadi salah satu poin penting pemberangkatan jamaah umrah maupun haji. Untuk itu diharapkan adanya negosiasi antara Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bantul, Aidi Johansyah membocorkan empat jenis vaksin yang direkomendasikan oleh Pemerintah Arab Saudi. Keempatnya adalah adalah AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan J&J. “Vaksin yang diperbolehkan sepertinya baru itu. Kalau Sinovac akan ada tambahan suntik baru,” bebernya dihubungi Radar Jogja Selasa (19/10).

Aidi mengatakan jamaah yang telah menerima vaksin Sinovac sedang dalam perundingan. “Mudah-mudahan dengan vaksin Sinovac cukup. Kalau belum dianggap cukup, harus menyesuaikan,” cetusnya.

Dijelaskan, penambahan booster terhadap masyarakat dinilai bukan sebuah masalah. Sebab pada kebijakan sebelumnya, juga diterapkan penyuntikkan vaksin guna menangkal berbagai penyakit. Di mana, jamaah bersedia patuh menyesuaikan Pemerintah Arab Saudi.

“Tapi kalau dianggap belum cukup safe (jamaah penerima dua dosis Sinovac, Red), saya yakin, pengalaman kami selama berangkat haji maupun umrah (jamaah, Red) harus mengikuti kebijakan yang berlaku di Arab Saudi,” ucapnya.

Aidi mengungkap, belum ada jamaah yang akan diberangkatkan dalam waktu dekat. Sebab kantornya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) pemberangkatan. “Belum ada jamaah yang akan segera umrah. Karena kami masih menunggu juknis. Sampai hari ini belum turun juknisnya. Baru bocoran, kalau ada empat jenis vaksin yang bisa masuk Arab Saudi,” ujarnya. (fat/bah)

Bantul