RADAR JOGJA – Ajang pameran masih jadi ruang penting bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam memasarkan produknya. Sebab sebagian produk memiliki nilai yang hanya dapat dilihat secara langsung.

Salah satu produk yang membutuhkan sentuhan langsung untuk mengetahui kualitasnya adalah keris. Kendati perdagangan keris via online sudah marak, tapi terdapat hal-hal yang tidak mampu ditangkap kamera. Ditambah oleh terbatasnya penjelasan penjual untuk menarik pembeli.“Kalau online meneliti tidak bisa. Idealnya melihat langsung atau bisa dikatakan menayuh pusaka,” papar pedagang keris yang mengikuti pameran dan bursa keris di Pasar Seni Gabusan, Syamsudin Jumat (15/10).

Pria asal Kulonprogo ini menjelaskan nilai maksimal dari sebuah keris hanya dapat terjadi bila pembeli melihat dan bersentuhan langsung. Sebab ukuran dan motif pamor yang diambil dengan kamera terkadang mengecoh. “Nilai keris itu bisa tidak maksimal kalau tidak pegang langsung. Kadang dengan ukuran, warna pamor berbeda,” sebutnya.

Selain itu, perawatan keris dan warangka pun berpengaruh. Sehingga keris yang diletakkan di ruang terbuka dan tidak tersarung warangka, kerap berubah warna. Hal itu turut menjadi perhatian dalam pembelian keris. “Warna keris bisa berubah kalau kena minyak atau berubah karena tidak diwarangka,” jelasnya.

Pelaku UMKM lain yang mengeluhkan minimnya pameran adalah Winarno. Ayah dua orang anak ini mengaku mendapat banyak ilmu dan jaringan dari pameran. Bahkan, pria yang akrab yang disapa Jarwo ini dapat mengirimkan produk ke Jepang setelah mengikuti pameran berskala internasional, seperti JIFFINA dan IFEX. “Ikut pameran itu menambah ilmu, sayang sekali gara-gara pandemi jadi ditiadakan,” ujar warga Botokenceng, Wirokerten, Banguntapan, Bantul itu.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Bantul Jendro Darmoko membenarkan pentingnya pameran. Disadari, digitalisasi menjadi hal yang tidak dapat dibendung. Terutama bagi generasi muda yang ingin berkecimpung di dunia UMKM. “Mau nggak mau online. Tapi di samping online, ada barang-barang tertentu yang tidak bisa dipasarkan melalui online,” tegasnya.

Salah satunya adalah keris. Moif pamor pada keris hanya dapat dilihat secara jelas dengan pandangan mata. Berikut tangguh atau era pembuatan keris. “Beda dengan jam tangan yang ada merek dan serinya. Kalau keris kan tidak bisa keluar ketika di-searching, pamor, dan tangguhnya,” tegasnya.
Kendati pun penjual telah mencantumkan penjelasan pada deskripsi keris yang dijual online, itu tetaplah terbatas. “Jadi memang harus ada pameran dan itu penting,” tandasnya. (fat/din)

Bantul