RADAR JOGJA – Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menggelontorkan dana Rp 151,3 juta untuk menalangi ketidakjelasan transaksi bawang merah. Antara petani bawang merah di Nawungan, Selopamiro, Imogiri dan PT Mukti Mulyo Mandiri (3M) sebagai pihak pembeli.

Halim menyatakan, ada kasus pidana dalam persoalan gagal bayar yang terjadi dalam transaksi bawang merah Nawungan. Namun bagi petani, tidak jelasnya transaksi ini sebuah musibah dan harus diselesaikan.

“Saya melihat ini sebagai sebuah musibah. Selaku pemerintah kami tentu punya tanggung jawab moral untuk menyelesaikan setiap musibah yang dialami warga Bantul. Meskipun tanggung jawab material itu tidak selalu ada,” ucapnya usai menyerahkan dana talangan kepada petani bawang di Padukuhan Nawungan (11/10).

Melalui dana talangan ini, Halim berharap petani Nawungan dapat kembali berproduksi. Lantaran kasus yang sebelumnya terjadi telah mengganggu aktivitas petani. Utamanya dalam kaitan pembelian bibit bawang merah.
“Saya terus memantau perkembangan kasus bawang merah ini. Dan ketika (kasus, Red) semakin tidak jelas, dalam situasi seperti ini saya harus turun tangan. Lalu saya memutuskan untuk memberi dana talangan dari kantong pribadi. Tujuannya tentu agar petani bisa kembali berproduksi,” sebutnya.

Selanjutnya, Halim menyayangkan adanya pihak yang mengentengkan masalah gagal bayar bawang merah di Nawungan. Di mana dalam kasus ini tidak ada skema penganggaran yang bisa digunakan, sehingga tidak mungkin menggunakan dana APBD. Terlebih, PT 3M tidak ada sangkutpautnya dengan pemerintah. Ia pun menampik jika ia merekomendasi PT 3 M untuk melakukan transaksi dengan petani Nawungan.

“Saya tegaskan, saya tidak pernah merekomendasi dan tidak pernah menyuruh orang yang bernama Sigit (Direktur PT 3M, Red). Waktu itu (panen, Red) dia memang selalu ndepel-ndepel saya biar bisa satu frame ketika difoto. Biar disangka temannya bupati. Jadi jangan mudah percaya dengan oknum yang mengatasnamakan saya hanya karena sering foto dengan saya,” tegasnya.

Ia lantas berpesan, petani lebih waspada dan berhati-hati saat melakukan transaksi jual beli. Agar kejadian serupa tidak terulang. “Jangan mudah menyimpulkan dan percaya oknum yang mengaku-aku orangnya bupati. Nanti saya lagi yang kena, digoreng, dipolitisasi. Kan tidak mungkin ada orang menipu di sana sini, di pasar atau tempat lain, lalu saya yang harus bertanggungjawab,” tambahnya.

Halim juga menginstruksikan tim LBH Projotamansari untuk menuntaskan kasus ini. Menurutnya, langkah hukum adalah cara terbaik agar kasus ini terang benderang. “Saya ingin ini dituntaskan agar yang salah dapat dibuktikan. Jangan sampai oknum seperti itu diberikan ruang gerak leluasa. Jangan sampai kasus seperti ini digoreng dan jadi komoditas politik,” tandasnya.

Dukuh Nawungan Jurianto mengapresiasi langkah Halim untuk meringankan warganya. Baginya, adanya dana talangan mengobati kekecewaan para petani yang sudah menunggu itikad baik PT 3M namun hanya menuai janji kosong.
“Ini luar biasa. Benar-benar mengobati kekecewaan petani. Sejauh ini kan setiap Pak Sigit dikejar, hanya janji palsu yang disampaikan. Dengan langkah Pak Bupati ini, petani bisa kembali menanam bawang merah. Kami sangat berterimakasih,” ujarnya. (fat/laz)

Bantul