RADAR JOGJA – Si Jago Merah melalap sebuah pabrik kayu lapis di Padukuhan Bungsing, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul. Kobaran bermua dari pembakaran sampah. Api kemudian menyambar produk pabrik yang merupakan material gampang terbakar saat hembusan angin bertiup kencang.

Satpam pabrik tempat kejadian perkara (TKP), Didik Untoro mengungkap, kebakaran mulai membesar sekitar pukul 12.45. Percikan api berasal dari pembakaran sampah di pojok paling selatan area pabrik. “Awalnya dari pembakaran sampah di tepi, dekat tiang listrik,” sebutnya saat memantau proses pemadaman kebakaran Selasa (5/10).

Api di bak sampah membesar saat tertiup angin dari arah selatan ke utara. Api lantas menyambar material kayu lapis yang mudah terbakar. “Api kemudian merembet ke arah bahan yang banyak. Sewaktu terjadi kebakaran, karyawan pas istirahat,” bebernya.

Diungkap, pemilik pabrik melihat sendiri rentetan kronologi kebakaran. Lantaran masih syok, pemilik diistirahatkan ke bangunan lain yang berada di barat TKP. “Untuk korban jiwa nihil karena semua istirahat. Tapi untuk kerugian material belum bisa memperkirakan,” cetusnya.

Selain melalap isi dan bangunan, api juga menyambar lahan pohon jati di sisi barat dan utara pabrik. Komandan Satgas Penanggulangan Bahaya Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Muhammad Hamdani mengaku mendapat laporan sekitar pukul 13.15. Saat itu nyala api sudah membubung. “Selain pabrik, merembet ke lahan. Tapi lahan sudah mulai teratasi,” ujarnya.

Diperparah pula oleh penumpukkan kayu lapis yang tinggi. Sehingga menyulitkan petugas dalam pemadaman. Lantaran material kayu harus satu persatu disiram. Selain itu, suhu di TKP sangat tinggi. “Ada tumpukan material gampang terbakar, juga suhu sangat tinggi sekali. Jadi memang pergerakan personel agak terbatas. Begitu maju akan terkena suhu yang sangat tinggi,” tandasnya. (fat/pra)

Bantul