RADAR JOGJA – Pemkab Bantul menutup aktivitas satu SD, setelah seorang muridnya terkonfirmasi Covid-19. Pemkab lantas menyusun dua strategi penanganan agar kejadian serupa tidak terulang. Serta meminta masyarakat tidak khawatir untuk terus melanjutkan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).

“Ada satu orang murid SD terpapar Covid-19 dari orang tuanya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Agus Budi Raharja diwawancarai usai rapat evaluasi PTMT bagi SD di Ruang Rapat Sekda Bantul Senin (4/10).

Dinkes kemudian melakukan tracing dan testing kontak erat murid yang terkonfirmasi. Mereka adalah seluruh populasi teman sekelas sang murid yang berusia tujuh tahun itu. “Satu kelas kami tracing dan testing semuanya. Termasuk guru yang kontak,” ujarnya.

Metode testing yang dipilih adalah tes usap PCR. Di mana sampel sudah diambil terhadap 15 murid dan guru yang berkontak. “Kita tunggu hasilnya semoga baik,” sebutnya.

Namun, hasil terburuknya adalah seluruh kontak erat sang murid yang terkonfirmasi ikut terpapar Covid-19. Sehingga Dinkes harus memperluas tracing untuk mencari kontak erat lanjutan. “Tapi, mudah-mudahan ini berhenti. Kalau hasilnya testing dua kali negatif, bisa melakukan PTMT kembali sesuai rekomendasi kami,” jelasnya.

Dikatakan pula, murid terkonfirmasi dan keluarganya tengah menjalani isolasi. Berikut kontak erat sang murid, dari hasil tracing Dinkes Bantul. Selain itu, Dinkes menutup aktivitas di SD. “Sebagaimana daerah lain, diputuskan bahwa sekolah itu ditutup seminggu. Sambil menunggu hasil PCR terhadap kontak erat. Untuk sekolah yang lain, jalan terus sesuai dengan ketetapan yang sudah ditentukan,” bebernya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul Isdarmoko turut membenarkan adanya murid di SD di Bantul yang terpapar Covid-19. Isdarmoko pun mengaku telah menghubungi kepala SD yang bersangkutan. “Saya telpon, agar dihentikan PTMT selama seminggu, mulai hari ini (kemarin, Red) sampai Sabtu,” tuturnya.

Selanjutnya, Isdarmoko meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan digelarnya PTMT. Sebab sekolah tetap dapat menggelar PTMT selama warga sekolahnya tidak ada yang terpapar Covid-19. “Mulai besok sudah kami umumkan untuk bisa PTMT lagi. Di sekolah lain tidak ada temuan, hanya di Bantul Timur,” ucapnya.

Untuk itu, berdasar rapat yang juga diikutinya, Isdarmoko menyebut Pemkab Bantul menyusun dua regulasi untuk menghindari adanya klaster sekolah. Regulasi pertama mengatur, siswa yang satu rumahnya bergejala Covid-19 tidak diperkenankan ke sekolah. “Kedua, ada sero survei,” sebutnya.

Sero survei merupakan sebuah tes uji sampel. Tes itu dilakukan oleh Dinkes terhadap beberapa murid di satu sekolah secara acak. Tes dilakukan secara berkala satu bulan sekali untuk memastikan murid bebas Covid-19. “Semacam sampel, dites bagaimana hasil kondisi terkait dengan Covid-19,” tandasnya. (fat/pra)

Bantul